Skip to main content

Sonnet Lain Dari Gugur Daun Di Kedua Telapak Tanganku

Apa yang hendak kau genang di kedua belah telapak tangan
Selain semacam airmata kenangan dari cinta yang tak biasa?
Cicak, buaya, kau memilih berada di pihak mana? Aku memilih
Jadi kunang-kunang saja yang pura-puranya lampu
Memberi harapan pada kerlap-kerlip aku.
Tapi kau memilih jadi kupu-kupu, pilihan lain yang bersembunyi
Di balik gugur daun bulan Juni, sehingga aku benar-benar harus
Mencari mana kau mana daun ketapang di ranting itu yang dulu
Pernah kita tandatangani, seolah-olah baru saja proklamasi kebebasan
mencintai antara kau yang kupu-kupu dan aku yang kunang-kunang.
Jadi, apa yang kau tangkupkan di kedua belah telapak tangan kau itu
Seolah segalanya harus tampak malu-malu dan rahasia
Padahal, tidakkah kau tahu, seluruh dunia tengah memperhatikan kau,
aku, dan tingkah kita yang makin jauh dari kunang-kunang dan kupu-kupu.

Comments

Anonymous said…
(buayadayat)
cicak dan buaya, analogi yg mengingatkanku akan konflik kpk dan polri, di akhir ada semacam introspeksi dari kunang dan kupu.. apakah kalian menjelma jadi cicak dan buaya.. :)
berhubung sekarang Pring sudah sering pentas, gimana kalo dipikirin juga kreativitas "musikalisasi" puisinya di depan umum?
misalnya dari puisi ini, kostumnya mesti gimana, cara bacanya mesti gimana, ending, feelingnya gimana :)

salams.

Popular posts from this blog

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<