Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2013

SKOPOSTHEORIE IN POETRY TRANSLATION

Iseng googling nama sendiri, ada seorang mahasiswa S2 UNY menjadikan salah satu terjemahan saya atas puisi Robert Browning sebagai bahan tulisannya. 


Debora Wienda Rosari
Applied Linguistics – Postgraduate Program
Yogyakarta State University

Abstract
This article is conveying about translation and poetry as two inseparable yet never-ending phenomena. The translation of this especially written narrative is somehow tricky as a translator is usually required to satisfy the TL readers by providing a decent result. Poetry in TL is most of the time expected to come with equivalent dictions and form as written in SL. The writer here is trying to apply the notion of Skopostheorie in translating poetry. Based on the theory of skopos or ‘purpose’, one can choose to translate from SL to TL based on the purpose of the need. In the article, the writer gives the examples of two poems with different purpose of translating: One for the sake of the diction, while the other is for the sake of the form.
At …

Puisi-Puisi Goenawan Muhammad

Yang Tak Menarik dari Mati Yang tak menarik dari mati
adalah kebisuan sungai
ketika aku
menemuinya. Yang menghibur dari mati
adalah sejuk batu-batu,
patahan-patahan kayu
pada arus itu. 2012 Di Antara Kanal Jarimu menandai sebuah percakapan
yang tak hendak kita rekam
di hitam sotong dan gelas sauvognon blanc
yang akan ditinggalkan. Di kiri kita kanal menyusup
dari laut. Di jalan para kelasi
malam seakan-akan biru.
“Meskipun esok lazuardi,” katamu. Aku dengar. Kita kenal
kegaduhan di aspal ini.
Kita tahu banyak hal.
Kita tahu apa yang sebentar. Seseorang pernah mengatakan
kita telah disandingkan
sejak penghuni pertama ghetto Yahudi
membangun kedai. Tapi kau tahu aku akan melepasmu di sudut itu,
tiap malam selesai, dan aku tahu kau akan pergi. “Kota ini,” katamu, “adalah jam
yang digantikan matahari.” 2012

39 Hal Tentang Keindahan dan 1 Hal yang Sengaja Ingin Kulupakan

1. Kau begitu rutin meninggalkan ibu jari di setiap statusku. Katamu, kata-kata dapat mendekatkan setiap orang, juga sebaliknya.

2. Ketika aku mengetikkan "Apa kabar?" ke nomor ponsel yang sudah lama aku simpan tetapi tidak pernah aku sentuh sebelumnya, aku tidak berharap ada sebuah balasan. Mungkin nomormu tidak aktif lagi karena sudah ganti ponsel karena rusak, hilang di kereta, atau kecebur air... seperti halnya nasib ponsel-ponselku.

3. Tetapi ada balasan baik, sebelum kita sama-sama berbagi cerita tentang cinta-cinta yang lalu.

4. Aku mengingat pada caramu membaca puisi ketika sekolah dulu, dan kamu lebih cantik kalau tersenyum.

5. Kamu pernah pacaran 7 tahun, kemudian ditinggalkan.

6. Ketika kamu bilang "sayang" padaku, sayang yang terlalu cepat itu, aku tidak percaya. Tidak mungkin seseorang bisa menyayangi tanpa bertukar masa depan.

7. Alasannya katamu aku berbeda, aku tidak memberikan perhatian seperti lelaki lain. Kamu suka pada kedinginanku itu.

8. Ketik…

Inspirasi Bijak dari Para Penulis untuk Calon Penulis

“Saya suka menulis waktu saya merasa kesal; itu seperti bersin yang melegakan.” [D.H. Lawrence]

“Menulislah dengan bebas dan secepat mungkin, dan tuangkan semuanya ke atas kertas. Jangan melakukan koreksi atau menulis ulang sebelum semuanya habis Anda tuliskan.” [John Steinbeck] 

“Kita tidak menulis untuk dipahami; tetapi untuk memahami.” [C. Day Lewis] 

“Di mana pun saya menemukan tempat untuk duduk dan menulis, di situlah rumah saya.” [Mary TallMountain] 

“Deskripsi (penggambaran) harus menyelusup ke dalam cerita bagaikan seekor ular merayap di rerumputan, diam-diam, hampir ak terlihat, tanpa menarik perhatian.” [Marion Dane Bauer] 

“Kata yang tepat mungkin efektif, tetapi tidak ada kata yang sama efektifnya seperti jeda yang tepat waktu.” [Mark Twain]

“Kadang-kadang, kata yang paling sederhana adalah yang paling indah. Dan paling efektif.” [Robert Cormier]

“Jangan pernah ragu meniru penulis lain. Setiap seniman yang tengah mengasah keterampilannya membutuhkan model. Pada akhirnya, Anda ak…

Lomba Menulis “Love, Dream and Disability” Juara 1: 1,5jt by ACI (DL: 28 Juli 2013)

Tema Utama dalam sayembara menulis ini adalah “Love, Dream and Disability”. Fokus dari tema ini adalah pengalaman-pengalaman inspiratif ketika membersamai sahabat penyandang disabilitas maupun pengalaman inspiratif sahabat penyandang disabilitas itu sendiri. Berikut ini adalah target peserta beserta sub temanya: 1. Sahabat Penyandang Disabilitas* Kisah, pengalaman, dan perjuangan hidup sahabat penyandang disabilitas, serta upaya memperjuangkan hak, keadilan, dan kesetaraan. Kisah sahabat penyandang disabilitas yang mengalami diskriminasi dan ketidakadilan, serta upaya memperjuangkan haknya. Mimpi-mimpi besar sahabat penyandang disabilitas dan usaha mencapainya. Kisah sukses sahabat penyandang disabilitas dalam bidang kewirausahaan atau pendidikan. *Bagi sahabat penyandang disabilitas yang kesulitan dalam menuliskan kisah inspiratifnya maka diperkenankan untuk dituliskan oleh keluarga, teman, rekan dan masyarakat yang terpercaya.

Lomba Menulis Cerbung “Tema Bebas” Juara1: 1,5jt by Redaksi Ummi (DL: 30 Sept 2013)

Cerita bersambung Anda dengan tema bebas. Ketentuan : Panjang cerita maksimal 50.000 karakter, Diterima Redaksi paling lambat 30 September 2013, Pengumuman di edisi 12/XXV Desember 2013. Setiap pemenang berhak mendapat piagam penghargaan, berlangganan Ummi 6 edisi, dan uang tunai Rp1.500.000 (pemenang I), Rp1.200.000 (pemenang II), Rp1.000.000 (pemenang III). Ketentuan Umum : Tema tulisan atau cerita tidak melanggar hukum, etika dan SARA. Naskah karya asli sendiri, belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba penulisan serupa. Peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah, amplop terpisah. Tempel kupon asli di kiri atas amplop. Sertakan data diri lengkap, fotokopi KTP, nomor rekening, dan NPWP pada lembar terpisah. Naskah dikirim ke e-mail: kru_ummi@yahoo.com, dan pos ke Redaksi Ummi, Jl Mede 42, Utan Kayu, Jakarta Timur 13120. Naskah menjadi hak Ummi, tidak dikembalikan. Naskah yang layak dapat dimuat dan memperoleh honor sebagaimana biasa.

Phi

setiap judul yang kubayangkan, tak pernah
membuatku sadar, seribu bayang-bayang
akan merindukan tuannya.
dunia yang bundar ini akan mengembalikan
masing-masing kita pada mula
dari tanah kembali ke tanah, dari debu
kembali ke debu, tapi dari aku akan selalu
menjadi kau. tak tahu seberapa lebar
semesta untuk memuat rindu

mereka yang melambangkannya dengan bilangan
akan menyerah, sekian miliar di belakang koma
belum sanggup memuaskan hasrat

hidup kita amat singkat, tapi juga jenuh

sungguh, dalam setiap judul itu, tak dapat kunamai:
laki-laki yang kutemui di stasiun saat senja,
perempuan yang mengaku tak punya cinta, tuan
yang pergi dan meninggalkan sebuah kalimat
dalam suratnya

segalanya, yang ada di dalam dan di luar diriku
semakin asing, bahkan nama

bahkan nama

(2013)

Kenawa, Suatu Ingatan

kau kembalikan ingatanmu pada puncak bukit
kenawa. setelah setengah jam menyeberang,
kau pahami, ombak-ombak yang genit
pastilah perempuan di kehidupan sebelumnya.

seluas padang rumput yang merindukan rintik
hujan, kau sembunyikan kerinduanmu pula
seperti jejak yang terbata, pendakian yang tak purna

aku tentulah mengerti, memandangimu dari kapal
yang antri bersandar di dermaga, kita
sama-sama titik yang akan hilang suat saat

(2013)