Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

Eksplorasi Permainan Tradisional Indonesia bersama Kompasiana & Kemenparekraf!

Masih ingatkah Anda dengan permainan tradisional congklak yang berasal dari  Jawa Tengah? Atau lompat tali yang berasal dari Jawa Timur? Memori berbagai macam permainan tradisional masa kecil yang mengingatkan kita ke kampung halaman. Kalau jawaban Anda, YA, berarti Anda wajib menuliskan permainan tradisional yang pernah Anda mainkan atau yang berasal dari kampung halaman Anda dengan budaya daerah yang ada. Kompasiana bekerja sama dengan Kemenparekraf ingin membangkitkan kembali memori Anda dengan permainan tradisional melalui sebuah kompetisi blog. Melalui kegiatan ini diharapkan kita bisa lebih menyelami lebih dalam lagi tentang keindahan budaya Indonesia. Ada berbagai hadiah menarik menanti Anda jika terpilih sebagai salah satu dari tiga pemenang kompetisi blog. Bagaimana caranya untuk ikutan? Tuliskan pengalaman Anda saat memainkan salah satu permainan tradisional. Anda dapat pula menuliskan ulasan salah satu permainan tradisional di daerah asal Anda yang dikaitkan dengan kebuday…

#1Day Ramadhan: Konsistensi

"Memandang jauh ke depan adalah suatu hal, menuju ke sana adalah suatu hal yang lagi." (Anonim)
Saya kerap memperhatikan shaf-shaf di mesjid saat kecil. Sepuluh hari pertama, mesjid akan begitu ramai, penuh. Sepuluh hari brikutnya, jamaah shalat tarawih akan tersisa setengahnya. Dan sisanya, mesjid hanya menyisakan dua shaf jamaah. Saya hampir selalu hadir karena ada tugas dari guru Agama untuk minta tanda tangan imam dan penceramah.
Seseorang bisa dengan mudah mengucapkan mimpi dan harapan, tujuan yang jauh ke depan, tetapi sedikit orang sukses, sedikit orang yang benar-benar mencapai titik yang diinginkan. Bagiku itu tak lain persoalan konsistensi. Aku pun lemah dalam hal ini. Terbukti sejak 2012, aku tak produktif lagi dalam menulis. Itu memalukan.
Puasa Ramadhan juga membutuhkan konsistensi. Resolusi-resolusi yang diniatkan sangat membutuhkan konsistensi. Menulis blog membutuhkan konsistensi. Tilawah demi mengkhatamkan Quran membutuhkan konsistensi. Alhamdulillah, 1 juz …

Cerpen: Raftel

Pulau yang menjadi tujuan seluruh bajak laut itu tidak pernah benar-benar ada. Kau mengatakan hal itu seolah-olah kau sendiri pernah membuktikannya. Kau memang selalu seperti itu, keras kepala dan egois. Tidak ada versi kebenaran lain di dalam kamus kebenaranmu. Delapan tahun sudah kita bersama-sama membaca One Piece, kini kau bilang Raftel tidak ada, Oda akan mati sebelum menamatkan cerita. “Aku sudah bosan mengikuti mimpi-mimpi Luffy!” Kau membentakku di Gokana. Kita tengah kencan, kau tak paham situasi. Orang-orang memperhatikan kita dengan pandangan aneh. Tapi kau tak peduli. Kau masih melototiku dan berkata, “Bisa kau tutup komik itu sekarang?” Pelayan baru meletakkan ramen pesananmu. Aku memesan nasi goreng. Aku bersumpah tidak akan memakan ramen yang identik dengan Naruto. “Luffy tidak suka ramen…” kataku sinis kepadanya. “Pring, begini, sebentar lagi kita menikah, kita harus berhenti tentang semua ini…” “Sebentar lagi bulan Ramadhan, kau tidak boleh marah-marah,” kelitku. “Ramadhan…

Prolog Ramadhan: Menunggu

Bagi aku pribadi, cara untuk mengukur keimanan seseorang adalah dengan akan datangnya Ramadhan. Kalau seseorang itu merasa bahagia Ramadhan akan datang, kemungkinan besar dia adalah manusia beriman. Sebaliknya, jika ada keberathatian, mungkin iman sudah menjadi alien di dalam hidupnya. Saya pribadi, alhamdulillah, bahagia sekaligus khawatir, ini pertanda iman saya sudah tipis.

Pukul 16.XX saya menghadiri acara pre-ramadhan. Ada siraman rohani di aula KPPN Sumbawa Besar. Tapi ini tidak seperti yang dilakukan Munarman. Siraman di sini hanyalah metafora. Ustad Wildan namanya, kata Gus Choi, dia gurunya Pak Juanda. Artinya dia Salafy. Terkait Salafy, saya teringat baru-baru ini akan Muhammad Mursi, presiden Mesir yang dikudeta militer. Partai An-Noor yang notabene Salafy seolah diam saja akan kudeta itu. Bingung juga memikirkan kelompok Islam, di antara Ikhwanul Muslimin, Hisbut Tahrir, Syiah dan Salafy kok nggak pernah akur. Gus Choi bertanya kepada saya, mana yang akan saya pilih? Saya…

Audisi Cerpen Roman Majalah Annida

Sobat Nidaaa... siapa nih yang suka sama cerpen romantissss??? Nah, ada kesempatan emas perak tembaga nih buat kamu, Sob!

Jadi buat majalah Annida edisi tiga yang insya Allah terbit September, Nida bakal buka audisi khusus buat rubrik cerpen Roman. Pengen dooonk cerpenmu nangkring di Majalah Annida? Ini dia syarat en ketentuannya! Cekiprooot! ^__^ Persyaratan umum: - Cerpen belum pernah dipublikasikan di media manapun (termasuk Blog) - Tema cerpen tentang cinta - Cerpen mengandung nilai kebaikan, inspiratif untuk pembaca - Cerpen tidak dikirimkan berbarengan untuk media lain atau diikutsertakan dalam perlombaan - Cerpen berbahasa Indonesia, kalaupun ada bahasa daerah/asing, sertakan arti pada footnote - Cerpen tidak menyinggung SARA dan tidak cabul.

Lomba Menulis Cerita Remaja 2013

MARI MENGUKIR PRESTASI MELALUI LOMBA MENULIS CERITA REMAJA (LMCR) 2013, berhadiah total Rp 92 Juta+ROHTO MENTHOLATUM GOLDEN AWARD

Bagi Anda semua-Sastrawan Sastrawati Masa Depan
Lebih Ber bobot, Lebih Bergengsi, Lebih Banyak Pemenangnya
Ikuti Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR-2013)
Berhadiah Total Rp 92 Juta
20 Cerita Pendek Terbaik Diterbitkan sebagai Antologi LMCR 2013

Syarat-Syarat Lomba:
1. Lomba terbuka bagi pelajar (Kategori A: Pelajar SLTP; Kategori B: Pelajar SLTA), mahasiswa, guru, dosen, penulis/pengarang dan umum (Kategori C), warga Indonesia di Tanah Air maupun yang bermukim di Luar Negeri.
2. Lomba dibuka 1 April 2013 dan ditutup 25 September 2013 (Stempel Pos/Jasa Kurir)
3. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang benar, indah (literer) dan komunikatif
4. Naskah yang dilombakan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran), belum pernah dipublikasi dalam bentuk apa pun dan tidak sedang disertakan lomba serupa
5. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek rona kehid…

Catatan Hati: Woman From Old Century

Bila ada citraan tokoh yang paling mendekati diri, aku akan menunjuk Halu Satonaka. Itu juga yang membuat Pride menjadi salah satu drama yang sangat berkesan di hatiku. Harga dirinya yang tinggi, kelakuannya dalam memperlakukan wanita dan cinta sebagai permainan, sampai suatu hari ada yang bertanya, "Perempuan seperti apa yang akan benar-benar menaklukkan hatimu?" Ia menjawab, "A woman from an old century...."

Sosok itu kemudian dia temukan pada Aki Murase yang setia menunggu pacarnya selama 2 tahun di sebuah jembatan setiap hari Minggu. Luar biasa bukan?

Aku, bukan hanya pada kesetiaan yang langka seperti yang aku cari. Tapi aku menampik perempuan modern yang ingin lebih dari laki-laki. Sebuah rumah tangga harus dipimpin laki-laki. Perempuan boleh berkarir, tetapi tidak boleh melupakan rumah. Perempuan-perempuan yang seperti itu sudah sangat langka pastinya. Setiap bangun tidur sudah ada hidangan teh, sarapan sudah siap. Setiap suami pulang kerja, disambut dengan…

Catatan Hati: Milestones

Beberapa waktu lalu, saya iseng blogwalking dan menemukan kata milestone. Ternyata milestone ini adalah istilah gaulnya untuk pal kilometer, sebuah batu untuk menunjukkan kilometer dari batas kota. Dan percayakah kamu, saat kecil dan sampai kini, bila saya menempuh perjalanan darat, saya suka sekali memperhatikan pal kilometer itu. Bahkan saya tahu pal kilometer 17 dari Kota Palembang bertempat tepat sebelum lapangan sepak bola Raider 200!

Bukan hanya tentang jarak, hidup juga punya milestones. Saya sendiri selalu menjadikan Ramadhan sebagai cara melihat ukuran diri. Ramadhan nanti adalah Ramadhan ke-25 saya, tetapi yang dihitung sejak baligh, sejak kelas 2 SMP, maka ini akan menjadi Ramadhan ke-13 saya. Tentu, angka 13 tidak seharusnya menjadi angka sial, apalagi bagi PNS, angka 13 adalah angka mujur karena ada gaji dan tunjangan ke-13. Eh.

Mainok, Juara I Lomba Cerpen LGBT 2012 Lembaga Bhinneka

[Perihal Ia dan Kelaminnya]
            Lalu apa hubungannya, antara lelaki yang memamerkan kelaminnya dengan Mainok?
            Warga dusun Sukawaras yang berjarak delapan belas kilometer dari kota Palembang memang masih akrab dengan dunia penormaan. Bahwa kelamin harus ditutupi dari lutut sampai leher adalah wajib bagi perempuan dan laki-laki tetap masih tidak boleh bertelanjang dada apalagi memamerkan kelaminnya yang sebatang pendek lalu menegang dan bergoyang-goyang seperti mencari sasaran.
            Jalan kakilah ke Pasar Senggol—di sanalah dunia penormaan sepertinya diabaikan oleh nama yang diabadikan di hari Selasa, di pasar yang becek, di jalan sempit yang dipaksakan dua arah memaksakan laki-laki dan perempuan harus berjalan saling senggol untuk bisa nyelempit sambil berhati-hati kalau-kalau ada copet yang siap memangsa dompet. Nah, kalau kau sudah sampai ujung pasar yang biasanya dipenuhi bekas sayur busuk dan sampah-sampah plastik, di sanalah ada lelaki tua yang begitu dekil…

Puisi-Puisi Pringadi Abdi Surya

Air
tidak semua air dapat membasuh tubuhmu karena aku keruh, dilimuti sekian polutan yang sengaja ditumpahkan ke lautan padahal tidak melulu rasa asin menawarkan berbagai perasaan yang terlalu lama sendiri
sebuah bagian tubuh yang terluka, terbuka akan amat sakit dan aku merintih, pedih
tidak semua hujan menemani suci perjalanan melewati padang pasir yang tandus, sebutir keringat hangus, terbakar penderitaan padahal segala yang baru dilahirkan tidak memiliki dosa, tidak menahu karma
(2013)

Kepada Pukul 3 Dini Hari
aku mengingatmu, tetapi kau tidak mengingatku. jutaan malam kehilangan pukul tiga dini hari, aku menyimpannya satu. puisi-puisi yang diucapkan pria-pria yang berkumpul di tengah api unggun menyatu dengan asap. aku berharap kau terkesiap, saat kubukakan pukul tiga dini hari milikku yang memuat tebing-tebing di malimbu dan suara ombak yang menghajar bebatuan itu. hanya aku mengingatmu, tetapi kau tidak mengingatku. bahkan suaraku yang serak, karena lelah berteriak demi menyebut …

Anugerah Cerpen Silampari 2013

Dalam kesempatan yang berbahagia ini kami menyampaikan bahwa, kami, FLP Lubuklinggau dan Linggau Pos, mengadakan perhelatan yang bertemakan lomba cerpen. Tujuan kami adalah untuk membudayakan generasi membaca dan menulis di Kota Lubuklinggau pada khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya. Acara ini kami beri nama ”Anugerah Cerpen Silampari 2013”. Kami memilih silampari sebagai simbol jati diri daerah kami, yaitu Lubuklinggau-Musi Rawas. Namun begitu, peserta lomba tidak kami batasi hanya dari daerah kami semata tapi juga terbuka luas untuk masyarakat Sumatera Selatan.
Setiap generasi mesti memunculkan semangat baru dan hal-hal baru yang bisa diangkat dalam upaya membangun bangsa. Di era digital saat ini, menjadi seorang penulis bukanlah hal yang sulit dengan kenyataan bahwa semakin cepat dan mudahnya penyebaran, pengiriman, dan penerimaan informasi di seluruh dunia. Pada bangsa yang cerdas selalu memiliki budaya membaca yang tinggi, pun budaya menulisnya.
Maka dari itu, Linggau Pos be…

Sajak-Sajak Sapardi Djoko Damono

Pada Suatu Pagi Hari
Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil Berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun Rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil Menangis dan tak ada orang bertanya kenapa. Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk Memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin Menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di Lorong sepi pada suatu pagi.

Pada Suatu Hari Nanti
pada suatu hari nanti jasadku takakan ada lagi tapi dalam bait-bait sajak ini kau takkan kurelakan sendiri pada suatu hari nanti suaraku tak terdengar lagi tapi di antara larik-larik sajak ini kau akan tetapa kusiasati pada suatu hari nanti impianku pun tak dikenal lagi namun di sela-sela huruf sajak ini kau takkan letih-letihnya kucari