Skip to main content

Anugerah Cerpen Silampari 2013


Dalam kesempatan yang berbahagia ini kami menyampaikan bahwa, kami, FLP Lubuklinggau dan Linggau Pos, mengadakan perhelatan yang bertemakan lomba cerpen. Tujuan kami adalah untuk membudayakan generasi membaca dan menulis di Kota Lubuklinggau pada khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya. Acara ini kami beri nama ”Anugerah Cerpen Silampari 2013”. Kami memilih silampari sebagai simbol jati diri daerah kami, yaitu Lubuklinggau-Musi Rawas. Namun begitu, peserta lomba tidak kami batasi hanya dari daerah kami semata tapi juga terbuka luas untuk masyarakat Sumatera Selatan.

Setiap generasi mesti memunculkan semangat baru dan hal-hal baru yang bisa diangkat dalam upaya membangun bangsa. Di era digital saat ini, menjadi seorang penulis bukanlah hal yang sulit dengan kenyataan bahwa semakin cepat dan mudahnya penyebaran, pengiriman, dan penerimaan informasi di seluruh dunia. Pada bangsa yang cerdas selalu memiliki budaya membaca yang tinggi, pun budaya menulisnya.

Maka dari itu, Linggau Pos bersama dengan FLP Lubuklinggau akan menyelenggarakan lomba cerpen se-Sumatera Selatan dalam memperingati hari Sumpah Pemuda, Hari Guru, dan HUT Republik Indonesia. Maka, dari itu kami mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut.


Tema: Patriotisme, kemerdekaan, nasionalisme, KKN, lingkungan, budaya, lokalitas, pariwisata, kenaikan BBM, pendidikan, profesionalisme guru, masyarakat dan pendidikan, peran organisasi terhadap pendidikan, narkoba, kenakalan remaja, organisasi pemuda, pemuda dan prestasi.

Berikut ini persyaratan untuk mengikuti lomba:
- Batas maksimal cerpen 3-5 halaman (A4).
- Spasi 1,5, Font 12, Jenis Huruf Times New Roman, Kertas A4
- Setiap peserta boleh mengirim maksimal 2 cerpen terbaiknya.
- Pengiriman cerpen berupa print-out ke alamat Linggau Pos: Jl. Yos Sudarso No.89 Kel.Batu Urip, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dan softfile ke email anugerahcerpensilampari2013@gmail.com.
- Peserta wajib menyertakan formulir pendaftaran yang tertera di koran Linggau Pos (Di luar Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas; yang tidak memperoleh formulir dikenakan biaya ganti formulir Rp5.000/peserta yang bisa diserahkan satu amplop bersama cerpen anda).
- Karya orisinal dan belum pernah dipublikasikan (media cetak/elektronik).
- Karya yang masuk nominasi menjadi hak milik penyelenggara.
- Keputusan juri mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

Peserta
Terdiri dari 4 kategori:
1. Pelajar (usia 12-20 tahun)
2. Pemuda (usia 21-27 tahun)
3. Umum (di atas 27 tahun)
4. Guru dan Dosen

Pendaftaran untuk lomba cerpen ini akan dimulai sejak 1 Juli – 10 September 2013. Naskah dikirimkan ke alamat kantor Linggau Pos dan melalui email. Peserta yang mengikuti wajib untuk menyertakan formulir yang sudah diisi yang termuat di koran Linggau Pos. Usai rentang pengumpulan cerpen akan dilakukan penjurian mulai dari tanggal 11 – 19 September 2013. Juri adalah dua orang sastrawan nasional, salah satunya yaitu Benny Arnas.

Pada tanggal 20 September – 20 Oktober 2013 akan diumumkan 40 nominasi cerpen terbaik (10 karya untuk tiap kategori) yang langsung dimuat oleh koran Linggau Pos setiap harinya disertai dengan komentar-komentar pembaca. Pemuatan karya bukan hanya terbit di koran tetapi juga akan dipublikasikan di media sosial seperti blog (anugerahcerpensilampari.blogspot.com) dan facebook (anugerah cerpen silampari).

Cerpen-cerpen yang dimuat mampu divoting oleh pembaca dengan cara mengirimkan votenya melalui lembar vote pembaca yang juga dimuat di koran. Dan akan ada hadiah untuk 3 pembaca yang beruntung yang akan diundi saat malam penganugerahan.

Semakin cepat Anda mengirim, semakin besar peluang karya Anda untuk dimuat dan menjadi pemenang.
Hadiah: uang, piala, dan bingkisan untuk 3 pemenang tiap kategori (total ada 12 pemenang)
Lomba cerpen dibuka mulai dari 1 Juli – 10 September 2013
CP:
- Leli Nur Indah Sari (085211150017)
 - Riza Meliana Oktaria (085267863308)
 - Berry Budiman (087898076513)
(Kunjungi Grup FB kami di “Anugerah Cerpen Silampari”)

Info Mengenai Lomba, tambahan:

Setiap karya yang masuk akan kami publish ke blog ini dan ke grup kami (Anugerah Cerpen Silampari) Jadi kalian akan melihat langsung bahwasanya karya kalian telah sampai dan lulus kriteria pengiriman atau tidak. Selain itu, ada kemungkinan karya kalian akan diapresiasi oleh banyak orang di FB pun di blog kami…

Pada karyamu sisipkan data-data berikut (di email pun print-out)
nama:
tempat tanggal lahir:
status pendidikan/pekerjaan:
tema cerpen:
no. hp:

Pada tanggal 20 September – 20 Oktober, 40 karya yang masuk nominasi akan kami muat di koran Lipos beserta dengan komentar-komentar pembaca di FB maupun di blog… Semakin cepat anda mengirimkan semakin besar peluang karyamu dimuat dan semakin besar pula kemungkinan untuk menang.
Segera buat karyamu, dan kirimkan!

Selamat datang di Anugerah Cerpen Silampari 2013… :)

Comments

Ayunda Slamet said…
mksh ya udah berkunjung ke blog saya..boleh saya ijin copas info lomba yang ada di blog ini..?

Popular posts from this blog

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Terjemahan Bebas The Road Not Taken By Robert Frost

Jalan yang Tak Ditempuh dua jalan menyimpang di hutan cladrastis kentukeadan sungguh maaf, aku tak bisa menempuh keduanyadan menjadi musafir sendiri, lama aku berdiridan melamun-merenungi sejauh yang aku mampudemi kemana jalan ini berbelok dalam semak-semak;lalu tempuhlah yang lain, biar terasa lebih adil,dan memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih baikkarena begitu serut dan kurang terjamahi;meskipun untuk berjalan terus ke sanasedikit mengusangkan pikiran mereka pada persamaanDan keduanya, secara seimbang membaringkan pagimenginjak daun-daun itu, tanpa meninggalkan jejak, oh, aku mengenang yang pertama untuk suatu saat nanti!Dan belum aku tahu, cara jalan menuntun ke kebenaranaku meragukan bahwa yang telah aku tinggalkan akan kembaliAku harusnya mengatakan semua ini dengan lenguhandi suatu tempat, usia demi usia yang berguguran:Dua jalan menyimpang di sebuah hutan, dan aku--aku telah memilih satu, yang sepertinya sunyi,dan di situlah aku telah membuat suatu perbedaan.

Sajak-Sajak Pringadi Abdi Surya di Kompas.com 27 Maret 2011

Daun Jendela

Ia berharap ada yang membukanya setiap pagi
dan seekor burung gereja yang tersesat
bertengger ramah di punggungnya. Engselnya
yang berkarat masih begitu kuat menahan
ketukan-ketukan angin di tiap malam sebelumnya.
Dulu, ada kutilang yang berkandang di dekatnya.
Kutilang yang sering bernyanyi dan belum belajar
cara membuang kotoran. Ternyata, nyanyian
kutilang pun tak sanggup menahan kematian.

Ia tahu, di luar sana, udara semakin berat.
Dan mahahebat Tuhan yang menjinjing matahari.
Sesekali, ia melirik ke dalam kamar, dan
membuang suar lampu yang belum dipadamkan.
Seorang laki-laki tengah mendengkur
dan beradu sakti dengan jam waker.



Ceritanya tentang Jambu Bangkok

Pohon jambu bangkok di pekarangan rumahnya sedang musim-musimnya. Ada yang masih pentil, berwarna hijau tua. Ada juga yang sudah dibungkus kantung kresek, kira-kira seukuran bola tenis. Ia tahu, tiap saat ia harus berjaga dari ulat dan segerombolan anak yang lewat saat pulang sekolah. Ia bersembunyi …