Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2009

Kakak Tua

burung kakak tua
hinggap di jendela

DENGAN umurnya yang tiga puluh
dia sudah merasa cukup tua dan
sudah siap untuk menikah

tapi tak pernah ada yang mau
dengannya. bukan karena kutil
yang menghinggapi tubuhnya.
bukan pula karena bau tubuhnya
yang membuat kita selalu
menutup mata dan telinga

tapi memang dia tak pernah
mengenalkan dirinya pada satu
pun wanita. dia tak pernah
membuka jendela rumahnya yang
membuat kita bertanya-tanya apa
yang sedang dilakukannya; apa
yang ada di dalam rumahnya

ADA anak kecil tetangganya yang
coba sekali mengintip, lewat beringin
yang tumbuh besar di timur rumahnya

DAN JATUH! ia jatuh tepat ketika ia
melihat betapa banyak sangkar burung
yang digantung di langit-langit yang
digambarnya secerah langit tanpa awan
yang tak pernah ia saksikan (sebab di
langit desa ini cuma ada mendung yang
semakin lama semakin pekat persis panci
ibunya yang semakin lama semakin berkarat)

PATAH sebelah tulangnya membuat kami
yakin betapa kesialan yang ia bawa,
betapa kutukan telah menyerang desa

DAN jiwa.

*

ne…

SPRINTER

BARU saja dipecahkan rekor lari seratus
meter atas namanya sendiri yang dibuatnya
tahun lalu (dalam debutnya)

dari eSDe, hingga eSeMA, dia selalu
menjadi yang tercepat, pernah sampai
empat koma dua dalam empatpuluh yard
(dunia kecepatan cahaya yang sulit
dan langka ditempuh manusia)

BESAR akhirnya kepalanya dengan medali
emas digantung di leher yang semakin
jenjang semakin panjang dengan nama yang
semakin sering dicetak di media mana-mana

dia tak lagi shalat dan bayar zakat, dia
lupa ceramah masa kecil tentang akhirat
dan pertimbangan segala manfaat

"Orang yang paling baik adalah orang yang
paling banyak manfaatnya bagi orang lain."

DIPIKIRNYA dia sudah bermanfaat bagi negara,
berarti seluruh rakyat yang duaratus juta jiwa itu
harus berterimakasih padanya karena telah dia
membuat negara bangga dan berjaya

TOH, jikapun dia masuk neraka, dia bisa lari
kapan saja sebab tak ada yang lebih cepat
darinya, dari kakinya yang sudah sudah itu

Terjun bebas

Ini areal bebas terjun kan? kita
tak perlu takut pada ketinggian
yang sering membuat kita gemetar
menyebut "akbar, akbar" padahal
sebelumnya TAK PERNAH.

TANYA dulu, berapa meter kita dari
permukaan laut? berapa cadangan
oksigen yang mampu mengembungkan
parasut yang dua yang dijamin akan
mampu membuka dalam keadaan

apapun itu?

kompensasi surga tak cukup meski
segala dosa tak digubris, lesat
saja seperti kereta tak tua di
gerbang pertimbangan kelak

TIDAK. TIDAK. kami ingin terjun
-terjunan saja, dari atas atap
rumah kami yang bocor, dari ayunan
tua kami yang ringkuh tak mau
dibohongi waktu

pun KAU!

Amfoter

SESUNGGUHNYA, tak ada jadi jadilah
selalu terselip kata 'maka' di tiap
kejadian, di tiap kehidupan

apalagi jadi-jadian, yang terus kau
ucapkan di tiap malam kita bertemu
pada kabut yang pucat menyamarkan
rupa-rupa maskulin atas kulit ari
(kulit ibu bayi yang kami gumpalkan
terus saja tanpa pernah mengakomodir
banyak bahaya)

ini kisah tanpa sebab yang kami
rencakan, kami perhitungkan atau
kami inginkan (bahkan). entah bentuk
dada kami yang bidang, wajah kami
yang jambang, dan betapa banyak
kami pakai kutang untuk sekadar

CANTIK

Tapi penis kami memanjang, saudara
meski tak pernah kami memamerkannya
di udara, di bangun-bangun kota
yang tinggi menjulang

atau BAHKAN di cermin sekalipun.

Maka kami pertanya atas 'maka'
yang ia ceritakan di atas kitab
kejadian: jadi (maka) jadilah itu

salahkah kami atau IA?

Konsentrat

TAK usah khawatir katamu, dengan
luka yang sedikit tertohok di
lambung otak, meretak tak sampai
satu centi di sebelah kanan otak kiri

TAPI tiap hari tiap saat, kita
lalai dengan luka yang retaknya
semakin besar hingga berongga
hingga menampung segala-

GALANYA, akumulasi setiap luka
yang selalu kita abaikan di tiap
kita bertikai, tiap malam

TIAP saat.

Katalis

JANGAN. jangan satukan kami dalam
ikatan yang tak penuh keseimbangan

senyawa-senyawa yang tak sehati tak
semuka tak seandai romy-july si anak
betawi yang gosipnya pandai mengaji

tapi tetap bunuh diri

JANGAN. jangan paksakan kehendak
yang tak kami kehendaki meski

reaksi kami tak utuh, satu per satu
tak penuhi ember waktu yang telah
KAU tetapkan dalam penuh kehendak

Hingga lelah kaki kami berlari dan
BERLARI sepanjang HARI.

Tentang Merah Warna Kakinya

sejak semula ia tahu: merah warna
kakinya membuat ia ingat darah bapaknya
yang bunuh diri mengiris nadi di tangan kiri
atau ibunya yang kemudian sakit-sakitan
batuk semakin parah sampai berdarah-darah
tak mampu berobat ke dokter di klinik dan rumah sakit
mana pun

(dan) sejak semula ia tahu: merah warna
kakinya telah memerahkan tanah yang sudah
dijejak atau disentuhnya. dibeli sepatu, merah sepatunya
pakai kaus kaki pun merah kaus kakinya. dan di
malam pertama ia baru sadar istrinya turut memerah
saat kakinya dilipat di antara tubuh penuh keringat
(yang sedang bergumul dengan nikmat)

ia lari menjerit, memandangi cermin yang
menampakkan merah matanya dan
merah tubuhnya yang membuatnya lebih menjerit
lalu keluar memandangi langit yang juga memerah
dan udara memerahkan nafasnya membuat ia
memegangi rambutnya yang juga berubah merah

(sejak semula ia (tidak) tahu: merah warna
kakinya tak bisa membuat ia membedakan
warna-warna)