Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2008

Kau - Malam Itu

kau letakkan aku di saku celanamu
sebelum jemarimu menggeranyangiku,
sesekali menggelitik urat nadiku -
membungkam mulutku dengan bibir bulanmu
yang sabit

"Tuhan sedang tidur," katamu membisikku

kau pindahkan aku ke kemejamu
sebelum jemarimu mulai melucuti pakaianku,
sesekali menggoda rasa nikmatku -
menghirup tiap bait nafasku dengan mulutmu
yang kuncup

"Tuhan tak akan bangun, " katamu meyakinkan

(sebelum lidahmu kembali menjilati tiap jengkal tubuhku)

santi, 2008 M

/1/
Santi jadi daging. Dijual saja di pasar seharga babi-babi yang dikebiri. Tak ada kepala di badan. Tak ada kaki di tangan. Semua terbelah. Semua terpisah. Organ-organ: hati, jantung, dan otak diletak satu satu. Seorang bertanya berapa, katanya sudah seharga mobil mewah. Sebab inflasi menaikkan harga seluruh komoditi, termasuk daging. Daging sapi. Daging babi. Daging Santi.

/2/
Sebab itu Santi jadi daging. Santi tidak peduli, saat dia pergi – memutuskan jadi daging, tak ada takdir mengikuti. Santi tidak takut ilusi, tidak takut mati. “Saya bisa jadi mobil,” katanya sebelum dipenggal. Dimutilasi. Dicabuti semua organnya sampai kemaluannya. “Dengan begini saya takkan malu lagi.”

/3/
Tetapi, Santi lupa mencongkel matanya. Memisahkan telinga dari kepalanya. Juga memotong lidahnya yang terlanjur menjulur. Serta hidungnya.

Santi melihat dirinya jadi daging. Mendengar obrolan tentang dagingnya. Bahkan teriak-teriak saat dagingnya sendiri ditawar dengan harga yang lebih murah. Dan membaui dagingn…

Vaginalia

Saya sudah sering dihina dan terhina. Jadi sudah biasa kalau kamu mengernyitkan dahi, mempertanyakan, (atau malah) menertawakan nama saya. Sebab nama saya Vaginalia. Asli dari akta lahir, murni pemberian kedua orang tua saya. Silahkan kalau kamu mau tertawa. Toh sudah biasa.
Kamu mengenalkan namamu sebagai Muhammad. Nama yang bagus, dan agung. Sebab namamu itu juga nama nabi yang paling diagungkan. Yang dijuluki Al-Amin, artinya dapat dipercaya. Diteladani banyak manusia, termasuk saya. Sebab katanya akan mendapat pahala jika saya memuji namanya, mendapat sesuatu yang bernama ‘Syafa’at’ di kehidupan akhirat.

Nama kamu Muhammad. Orang yang terpuji. Sebab itulah saya percaya sama kamu.



Saya masih perawan, belum kawin. Orang-orang seringkali merendahkan harga diri saya. Sebab nama saya Vaginalia. Mendekati saya dengan alasan nafsu saja. Saya benci. Saya jijik. Sebab saya juga perempuan baik-baik. Mendambakan laki-laki yang baik-baik. Tidak seperti laki-laki pada umumnya yang menilai sa…