Skip to main content

Posts

Featured

Saat Bertemu Suamiku (Kompas, 13 September 2020)

Kematian kerap menyiratkan tanda dan misterinya. Ini kisah seorang istri saat bertemu suaminya, yang baru saja meninggal. oleh: Desi Puspitasari Mata mama bengkak. Kakak perempuan suamiku meremas tisu dalam genggamannya. Saudara-saudara yang lain diam menunduk. Aku beringsut mundur. Sebuah tangan mencengkam kuat lenganku. ”Bertahanlah.“ Air mata menggenang di pelupuk mata Rob, adik laki-laki suamiku, ”Ini saat terakhir.“ ”Tidak bisa.“ ”Kau lebih dari bisa.“ Rob balas berbisik. Ia merengkuh lenganku dalam lengannya. Menyeret kembali ke dalam barisan. Aku mengalah meski tidak dapat mendengar baik semua perkataan. Seperti gumaman tidak jelas. Semacam dengungan lebah. Isak tangis yang kadang-kadang terdengar seperti desiran daun kering di atas trotoar. Entah telingaku yang tidak bekerja baik, entah pikiranku. Si ponakan kecil tiba-tiba mundur. Menggenggam tanganku dan ikut berdiri di samping. Lima menit terasa seperti lima jam. Sepuluh menit terasa bagai sepuluh jam. Kakiku kesemutan. Lehe

Latest Posts

Foto-foto Curug Seribu dan Curug Sawer

Foto-foto Curug Lembah Pelangi

Pantai Mutun

Curug Cikuluwung

Cipanas Nagrak

Tanjung Setumu

Tanjung Siambang

Gurun Pasir Bintsn