Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2012

Ketapang

terlalu rapuh dahan-dahan ketapang
yang merentangkan pelukan kepadamu
sebab hanya cemburu telah dapat
mematahkan sebagian dan mati
sebelum datang ajal sesungguhnya. aku
dan semua pagi yang punah satu-satu
membawa semua kerinduan itu
ketika sepi menjadi lawan sepadan
bagi adu ketabahan

sekaligus peneman setia
secangkir teh dan semangkuk cinta.

(2012)

Catatan Hati: Jarak

Dalam fisika, jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu obyek yang bergerak, mulai dari posisi awal dan selesai pada posisi akhir. Konsep ini seringkali dipetukarkan dengan konsep perpindahan[1]. Jarak dapat dituliskan sebagai
yang dapat dibaca sebagai panjang lintasan yang menghubungkan titik dan menggunakan kecepatan .

Dalam cinta, jarak sering kali menjadi alasan perpisahan. Aku tidak paham, di medium apa sebenarnya cinta merambat dan dengan kecepatan bagaimana ia berpindah. Yang aku tahu ada tiga jenis perpindahan kalor yakni radiasi, konduksi, dan konveksi--mengingat kerap kita dengar cinta adalah hati yang terbakar asmara, pastilah cinta memiliki unsur kalor ini.

Aku beberapa kali menjalani hubungan cinta jarak jauh ini. Dan dari situ aku menyimpulkan, jarak hanya sering dijadikan alasan pembenaran. Bisa kujamin, pria-pria (atau wanita-wanita) yang memutuskan Anda dengan alasan jarak boleh dicap sebagai jablai! Alias jarang dibelai.

Tapi, malam ini saya tidak i…

Oktober Mula-Mula

"Oktober bukan hanya milik kamu!" Mulanya

hujan tidak turun di kota ini, kamu memanjat
di dahan terjauh, mencari jarak terdekat
dengan matahari. Seseorang meneriaki kejatuhan
menasbihkan kesakitan sebagai bencana, tetapi
kamu berkata Oktober hanya tiga puluh hari
dan kami terdiam, dibungkam tanda tanya.

Siapa saja yang memarkirkan kesabaran
di pojok taman itu kemudian tidak sadar, tanpa
yang menjaga, mereka dengan mudahnya hilang:
pergi atau tercuri, lalu masing-masing
mulai belajar arti kehilangan. Kamu

entah kehilangan sesuatu, mencari sesuatu
ketika kamu berteriak, "Oktober ini hanya milikku!"

Gerimis

: dd, min ah
gerimis pertama yang turun di kota ini begitu tipis daun-daun yang tak sempat ranggas masih menyimpan debu milikmu. aku dan semua kenangan yang tak pernah bisa kutepis seolah saling menopang dagu, menyaksikan para bidak di papan catur tak juga digerakkan. sedikit hal yang tidak menjadi biasa, kemarau  tak akan pernah disamakan dengan kebaikan-- bagaimana mungkin jika gerimis setipis ini dituduh sebagai penjahat yang menghapus sekian tahun                        di kalender itu? bahkan seorang grand master akan tawarkan remis melihat keadaan akan sama-sama adil bagi kita untuk mengenang gerimis lain di masa lalu yang sejujurnya tak pernah kita tempuh.
aku dan semua milikmu atau kau dan semua milikku bersandar di pinggir jendela, malu-malu mengeluarkan telapak tangan, menampung gerimis itu.