Skip to main content

Lomba Menulis “Love, Dream and Disability” Juara 1: 1,5jt by ACI (DL: 28 Juli 2013)


Tema Utama dalam sayembara menulis ini adalah “Love, Dream and Disability”. Fokus dari tema ini adalah pengalaman-pengalaman inspiratif ketika membersamai sahabat penyandang disabilitas maupun pengalaman inspiratif sahabat penyandang disabilitas itu sendiri.
Berikut ini adalah target peserta beserta sub temanya:
1. Sahabat Penyandang Disabilitas*
Kisah, pengalaman, dan perjuangan hidup sahabat penyandang disabilitas, serta upaya memperjuangkan hak, keadilan, dan kesetaraan.
Kisah sahabat penyandang disabilitas yang mengalami diskriminasi dan ketidakadilan, serta upaya memperjuangkan haknya.
Mimpi-mimpi besar sahabat penyandang disabilitas dan usaha mencapainya.
Kisah sukses sahabat penyandang disabilitas dalam bidang kewirausahaan atau pendidikan.
*Bagi sahabat penyandang disabilitas yang kesulitan dalam menuliskan kisah inspiratifnya maka diperkenankan untuk dituliskan oleh keluarga, teman, rekan dan masyarakat yang terpercaya.


2. Keluarga Penyandang Disabilitas
Perjuangan orang tua atau keluarga dalam menerima, merawat, membesarkan, mendidik, maupun membersamai sahabat penyandang disabilitas
3. Terapis/Guru Bimbingan Khusus dan Volunteer
Pengalaman terapis/Guru Bimbingan Khusus dalam mendidik dan mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus/ penyandang disabiltas.
Pengalaman volunteer dalam memperjuangkan hak, keadilan, dan kesetaraan sahabat penyandang disabilitas.
4. Masyarakat Umum
Pengalaman dalam membersamai sahabat penyandang disabilitas di lingkungan bermasyarakat.
Gagasan masyarakat untuk terwujudnya lingkungan inklusif bersama sahabat penyandang disabilitas.
Gagasan masyarakat dalam memperjuangkan mimpi dan hak sahabat penyandang disabilitas untuk terwujudnya lingkungan inklusif bersama sahabat penyandang disabilitas.
Persyaratan Peserta
Semua peserta berusia minimal 18 tahun.
Peserta adalah orang Indonesia dari semua kalangan yang berdomisili di Indonesia maupun di Luar Negeri.
Peserta tidak dikenakan biaya administrasi untuk mengikuti sayembara menulis.
Peserta memberikan izin kepada panitia untuk mempublikasikan karya.
Peserta harus mengisi formulir kegiatan. Formulir tersebut dapat diunduh disini, atau dapat juga mengambilnya di sekretariat.
Ketentuan Tulisan
Naskah merupakan kisah nyata yang dialami penulis, bukan karya fiksi.
Naskah merupakan karya asli, bukan plagiat, saduran maupun terjemahan.
Keseluruhan isi naskah belum pernah diterbitkan baik cetak atau elektronik.
Isi naskah tidak diperkenankan menyinggung SARA dan asusila.
Naskah tidak sedang diikutkan dalam kompetisi serupa atau dikirimkan ke media lain.
Panjang tulisan minimal 2000 kata dengan spasi 1,5, font Times New Roman ukuran 12 dan ukuran kertas quarto.
Tulisan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
Gaya bahasa diperkenankan memakai gaya bahasa bebas dan santai.
Penulis dapat menyertakan foto dengan ukuran maksimal 300kb dan format .jpg
Penulis diperbolehkan mengirim lebih dari satu naskah
Pengiriman Naskah 
Peserta mengisi formulir dan surat pernyataan yang dapat diunduh disini.
Peserta dapat mengirimkan naskah sayembara, curriculum vitae (CV), formulir, surat pernyataan dan foto mulai tanggal 20 Juni 2013 sampai 28 Juli 2013 pukul 23.59 WIB.
Naskah dikirim dalam attachment dengan format .doc ke alamat email :pelangi@eraintermedia.com. Subjek email ditulis : Karya Pelangi_Judul_Kategori_Nama Peserta.
Naskah bisa juga dikirim dalam bentuk hardfile ke sekretariat dengan kode #KaryaPelangi di sudut kiri atas..
Curriculum Vitae (CV) peserta minimal berisi data pribadi lengkap, foto diri (dengan gaya dan latar bebas), foto yang menjadi bagian dari cerita, jenis disabilitas (jika ada), alamat email, nomor telephone yang dapat dihubungi, pendidikan, pekerjaan dan judul tulisan yang diikutsertakan dalam lomba.
Bagi peserta dalam kategori sahabat penyandang disabilitas yang dibantu penulisan naskahnya dikarenakan tidak dapat menulis sendiri maka peserta wajib menyertakan foto bersama dengan penulis yang membantu.
Foto dikirim melalui email atau langsung ke sekretariat bersama dengan CV, formulir, surat pernyataan dan naskah sayembara. (ketentuan foto maksimal 300kb dengan format .jpg)
Naskah yang masuk menjadi milik redaksi (hak cipta tetap menjadi milik penulis).
Keputusan dewan juri adalah hasil akhir yang tidak dapat diganggu gugat.
Hadiah
Dua puluh lima karya terbaik akan dicetak menjadi Buku yang berjudul “PELANGI”. Para penulis akan mendapatkan : Buku ‘Kolaborasi Karya untuk Cinta Luar Biasa’, Sertifikat, Piagam, dan Merchandise.
Tiga Karya terbaik akan mendapatkan :
  1. Juara I : Rp 1.500.000,00
  2. Juara II : Rp 1.000.000,00
  3. Juara III : Rp 750.000,00
Mari berkontribusi untuk bisa saling menginspirasi :
Panitia #KARYAPELANGI
Jl. Slamet Riyadi No. 485H, Pajang Laweyan Solo 57146
PO BOX 179 Solo
Telp. 0271-726283

Comments

Popular posts from this blog

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Terjemahan Bebas The Road Not Taken By Robert Frost

Jalan yang Tak Ditempuh dua jalan menyimpang di hutan cladrastis kentukeadan sungguh maaf, aku tak bisa menempuh keduanyadan menjadi musafir sendiri, lama aku berdiridan melamun-merenungi sejauh yang aku mampudemi kemana jalan ini berbelok dalam semak-semak;lalu tempuhlah yang lain, biar terasa lebih adil,dan memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih baikkarena begitu serut dan kurang terjamahi;meskipun untuk berjalan terus ke sanasedikit mengusangkan pikiran mereka pada persamaanDan keduanya, secara seimbang membaringkan pagimenginjak daun-daun itu, tanpa meninggalkan jejak, oh, aku mengenang yang pertama untuk suatu saat nanti!Dan belum aku tahu, cara jalan menuntun ke kebenaranaku meragukan bahwa yang telah aku tinggalkan akan kembaliAku harusnya mengatakan semua ini dengan lenguhandi suatu tempat, usia demi usia yang berguguran:Dua jalan menyimpang di sebuah hutan, dan aku--aku telah memilih satu, yang sepertinya sunyi,dan di situlah aku telah membuat suatu perbedaan.

Sajak-Sajak Pringadi Abdi Surya di Kompas.com 27 Maret 2011

Daun Jendela

Ia berharap ada yang membukanya setiap pagi
dan seekor burung gereja yang tersesat
bertengger ramah di punggungnya. Engselnya
yang berkarat masih begitu kuat menahan
ketukan-ketukan angin di tiap malam sebelumnya.
Dulu, ada kutilang yang berkandang di dekatnya.
Kutilang yang sering bernyanyi dan belum belajar
cara membuang kotoran. Ternyata, nyanyian
kutilang pun tak sanggup menahan kematian.

Ia tahu, di luar sana, udara semakin berat.
Dan mahahebat Tuhan yang menjinjing matahari.
Sesekali, ia melirik ke dalam kamar, dan
membuang suar lampu yang belum dipadamkan.
Seorang laki-laki tengah mendengkur
dan beradu sakti dengan jam waker.



Ceritanya tentang Jambu Bangkok

Pohon jambu bangkok di pekarangan rumahnya sedang musim-musimnya. Ada yang masih pentil, berwarna hijau tua. Ada juga yang sudah dibungkus kantung kresek, kira-kira seukuran bola tenis. Ia tahu, tiap saat ia harus berjaga dari ulat dan segerombolan anak yang lewat saat pulang sekolah. Ia bersembunyi …