Skip to main content

Semacam Sonnet Tentang Bunga Yang Tak Ingin Kubiarkan Berkembang

: kau

aku takut membiarkanmu berkembang. dari sekumpulan putik
menjadi puisi dengan larik-larik yang menuntut jawaban-jawaban
dari sekian pertanyaan yang tak ingin kucatat di berlembar surat
entah itu cuma kata 'mungkin' yang kerap melahirkan derap kaki

kuda yang terpacu oleh pengendara, tanpa pelana. tapi sepertinya
aku telah patah, sebelum engkau menjadi bunga. sebelum menjadi
teratai yang tertawa-tawa pada cassanova, tatkala ia bertanya
pada dewi air, "wahai siapa yang paling indah di muka bumi ini?"

tapi aku tak bertanya demikian. aku tak bertanya tentang mengapa
aku (mungkin) bisa jatuh cinta. aku diam. dengan seribu bahasa
yang kudekam di dalam riam-riam hatiku yang karam.

tetapi kau mungkin saja tersenyum. jika tak tahu betapa ada hati
yang patah sebelum kau berkembang menjadi bunga. menjadi
jejak bulan baru yang mati sebelum purnama.

Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila