Skip to main content

Seolah Sajak Berjudul Panjang

KETIKA KUPIKIR KAU AKAN MUNCUL DALAM MIMPI AKU, KAU BENAR-BENAR MUNCUL DALAM MIMPI AKU DENGAN BAJU PENGANTIN YANG LELAKI KAU BUKAN AKU. YANG HATI KAU BUKAN AKU. SAMBIL BERDADAH-DADAH KEPADA AKU SEBELUM KAU MELEMPAR KARANGAN BUNGA KAU ITU YANG JATUH TEPAT DI PELUKAN AKU

: desi diarnitha

tapi tak ada mawar di karangan bunga itu. sebab mawar aku adalah kau yang membuat aku terluka dengan hanya memandang kau. memunggungi kau yang semakin lama semakin menjauh.

kata kau dulu, di hari kematian sebuah lagu kanak-kanak berjudul satu-satu yang liriknya sudah kau ganti itu, kau akan mencintai lelaki yang mencintai pasir. mencintai desir dari setiap airmata kau. tapi kemudian kau bilang sudah mencintai lelaki yang bukan aku. lelaki yang memiliki enam jam dalam satu hari kau.

tapi aku tak punya jam. di tangan dan di dinding kamar-kamar aku. aku cuma punya hati. cuma punya puisi. dan setangkai mawar yang persis kau.

Comments

Popular posts from this blog

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Puisi Pringadi Abdi Surya, diterjemahkan oleh John H. McGlynn

The Last Rain in Memory

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
for leaves have only just begun to grow
after the curse of a century of drought
for my failure as a man to turn stones
into gold

an elderly alchemist named khidir
who disappeared into eternity
left a message for me:

even one drop of the bitter rain that fell that evening
is capable of becoming a new world

no one knows, I've even concealed my shadow
in that old and windowless house
and that I'm looking now for other shadows
cast by a woman with reddened lips

upon seeing her, the rain will lessen
and everyone will begin to affirm the feeling of pain

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
and the leaves that are styudying to write down names
don't come to know how your name is spelled

as death or as love

(2014)

John H. McGlynn adalah seorang penerjemah dan editor berkebangsaan Amerika yang telah tinggal di Indonesia sejak 1976.Selain sebagai Ketua Lontar[10], ia jug…