Skip to main content

Kepada Kamu



Kepada Kamu,

Aku tak ingin lagi menulis surat kepadamu semenjak kusadari bahwa mencintai saja tidak pernah cukup untuk membuat kita bersatu. Dan sebuah penyatuan pun tidak akan menjamin pernyataan selamanya.

Seberapa jauh sebenarnya selamanya itu?

Aku tidak tahu apakah satu-satunya kata sayang yang pernah kau ucapkan kepadaku itu adalah tanda bahwa kita pernah menjadi kekasih. Aku tidak sempat bertanya, aku juga tidak sempat menggenggam tanganmu dan mencoba mencari denyut nadi yang kira-kira akan seirama dengan milikku.

Kadang-kadang aku mengamini, cinta yang belum sempat dijalani itu jauh lebih berkesan. Tapi apa benar kita tidak sempat menjalani apa pun?

Aku masih selalu ingat rasa cokelat yang membuat badanku makin gemuk ketika di hadapanmu, dan kamu menatapku memainkan sedotan, mencari-cari sebab kenapa begitu cepat batu es di dalam gelas itu mencair. Aku juga masih ingat setiap lekuk wajahmu yang indah, yang memberikan senyum paling membahagiakan itu.

Tapi kita berpisah. Tanpa alasan.
Aku hilang. Kamu hilang.

Kepada Kamu,
Ya, Kamu.

Aku cuma ingin bilang, bagiku tak pernah ada mantan kekasih.
Sekali kekasih, selamanya akan tetap kekasih.

2014

PS:
Surat ini diikutsertakan dalam lomba #SuratUntukMantan #SuratUntukRuth Bernard Batubara


Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila