Skip to main content

Catatan Hati: Hantu

Mungkin kamu akan membaca ini. Mungkin juga kamu tidak akan membaca ini.

Hari ini kusadari, aku tidak pernah belajar meminta maaf dengan benar. Aku tidak tahu cara yang paling baik dalam meminta sebuah pemaafan.

Dua hantu paling menakutkan di dalam hidupku. Pertama, rasa bersalah. Kedua, kegagalan. Hal yang pertama ternyata begitu menakutkan dan membuatku tak bisa berpikir normal. Dalam waktu singkat, melihat hantu yang satu ini, kondisi kesehatanku jatuh, daya tahan tubuhku menurun drastis. Segala hal tidak dapat kukerjakan dengan benar.

Kata-katamu selalu benar. Kata-kataku selalu salah.

Entah apa aku akan mendapat sebuah pemaafan, darimu, dan dari diriku sendiri?

Ketakutan yang kedua, adalah tentang kegagalan. Ya, dua kali tes D4, dua kali itu pula aku gagal. Tes yang ketiga akan menjadi yang terakhir, tetapi kegagalan itu menghantui.

Keinginan untuk lulus begitu besar, tetapi diri ini menyadari kemampuan berpikirku sudah turun terlalu jauh. Mengerjakan soal-soal USM D4 dibutuhkan ketahanan berpikir yang prima, kecepatan yang tak terperanai, dan kekuatan mental yang luar biasa. Tanpa itu, dua hari tes akan menjadi sia-sia.

Aku tak tahu apakah kali ini Tuhan akan menolongku mengingat sudah seberapa jauh aku meninggalkanNya.

Tapi Tuhan, kali ini saja, hilangkan dua ketakutan itu.

Semoga Kau dan kamu memaafkanku.

Dan semoga aku kembali ke Bintaro...

Comments

Popular posts from this blog

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Terjemahan Bebas The Road Not Taken By Robert Frost

Jalan yang Tak Ditempuh dua jalan menyimpang di hutan cladrastis kentukeadan sungguh maaf, aku tak bisa menempuh keduanyadan menjadi musafir sendiri, lama aku berdiridan melamun-merenungi sejauh yang aku mampudemi kemana jalan ini berbelok dalam semak-semak;lalu tempuhlah yang lain, biar terasa lebih adil,dan memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih baikkarena begitu serut dan kurang terjamahi;meskipun untuk berjalan terus ke sanasedikit mengusangkan pikiran mereka pada persamaanDan keduanya, secara seimbang membaringkan pagimenginjak daun-daun itu, tanpa meninggalkan jejak, oh, aku mengenang yang pertama untuk suatu saat nanti!Dan belum aku tahu, cara jalan menuntun ke kebenaranaku meragukan bahwa yang telah aku tinggalkan akan kembaliAku harusnya mengatakan semua ini dengan lenguhandi suatu tempat, usia demi usia yang berguguran:Dua jalan menyimpang di sebuah hutan, dan aku--aku telah memilih satu, yang sepertinya sunyi,dan di situlah aku telah membuat suatu perbedaan.

Sajak-Sajak Pringadi Abdi Surya di Kompas.com 27 Maret 2011

Daun Jendela

Ia berharap ada yang membukanya setiap pagi
dan seekor burung gereja yang tersesat
bertengger ramah di punggungnya. Engselnya
yang berkarat masih begitu kuat menahan
ketukan-ketukan angin di tiap malam sebelumnya.
Dulu, ada kutilang yang berkandang di dekatnya.
Kutilang yang sering bernyanyi dan belum belajar
cara membuang kotoran. Ternyata, nyanyian
kutilang pun tak sanggup menahan kematian.

Ia tahu, di luar sana, udara semakin berat.
Dan mahahebat Tuhan yang menjinjing matahari.
Sesekali, ia melirik ke dalam kamar, dan
membuang suar lampu yang belum dipadamkan.
Seorang laki-laki tengah mendengkur
dan beradu sakti dengan jam waker.



Ceritanya tentang Jambu Bangkok

Pohon jambu bangkok di pekarangan rumahnya sedang musim-musimnya. Ada yang masih pentil, berwarna hijau tua. Ada juga yang sudah dibungkus kantung kresek, kira-kira seukuran bola tenis. Ia tahu, tiap saat ia harus berjaga dari ulat dan segerombolan anak yang lewat saat pulang sekolah. Ia bersembunyi …