Skip to main content

Gagas Media: Lomba Menulis Cerita Patah Hati


LOMBA MENULIS CERITA ‘PROYEK 14: DONGENG PATAH HATI’

Masih ingat pengalaman pahit ketika orang yang kau cintai memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang kalian bina selama ini? Atau, merasa mampu menulis cerita yang bisa meremukredamkan perasaan pembacanya?
Kalau jawabannya iya, berarti kamu WAJIB ikutan lomba menulis cerita ‘PROYEK 14: DONGENG PATAH HATI’ yang diadakan oleh GagasMedia ini. Caranya gampang banget:
  1. Panjang naskah 5-10 halaman (spasi 1, Times News Roman 12). Cerita boleh berdasarkan pengalaman nyata ataupun fiksi (rekaan). Di halaman pertama naskah kamu, harap menyertakan data singkat (di-copas aja, biar nggak repot :D):
NAMA LENGKAP                              :
NAMA PENA (optional)                     :
AKUN FACEBOOK                             :
AKUN TWITTER                               :
ALAMAT E-MAIL                              :
ALAMAT SURAT MENYURAT              :
NOMOR TELEPON                            :



  1. Kirimkan naskah kamu (plus surat pernyataan yang bisa di-download di: http://bit.ly/QtQmxa)   via e-mail redaksi@gagasmedia.net dengan format Subject: PROYEK 14: JUDUL – NAMA KAMU [NYATA/FIKSI].

Contoh: PROYEK 14: London, Aku Patah Hati – Shalimar [FIKSI]

  1. Naskah kamu ditunggu paling lambat tanggal 1 Oktober 2012, pukul 00.00.
  2. 10 orang yang naskahnya terpilih akan masuk di buku kumpulan cerita yang terbit Februari 2013 dan akan mendapatkan hadiah, masing-masing sebesar Rp 500.000 dan bukti cetak.
Tunggu apa lagi? Admin tunggu ya cerita patah hatimu!

Salam galau,

Comments

nurul said…
wah kayaknya seru nih...hehehe
Lourdes said…
mas, itu alamat surat menyurat maksudnya alamat rumah atau gimana ya? :D
Unknown said…
cara mendownload surat pernyataannya gimana ya???

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<