Skip to main content

Simpang Tiga Berikutnya

Kita masih asik taruhan, siapa yang
menunggu di simpang tiga berikutnya

kau pasang harga dirimu yang baru saja
jatuh akibat resesi ekonomi kemarin, dan
aku memilih jadi bandar saja, mengumpulkan
berbagai kepingan kenyataan yang sering
kita hiraukan

dengan tidak puas, kau pasang iklan di tivi
tentang taruhan kita ini
pejabat, politisi, bahkan peramal macam
mama lauren pun ikut asik dalam menerka
ada apa di simpang tiga berikutnya itu

diam-diam aku tertawa saja saat si Mama
menyebutkan si hidung besar, sebesar uang
rakyat yang telah ia khianati dan disumpal
ke lubang hidungnya yang sama gempal

maka sama-sama saja kita lihat, jalan lurus
dengan pancingan belok kanan dan kiri yang
tak pernah kita gubris

dan betapa banyak yang bunuh diri, dengan
menggantungkan lehernya ke atap langit atau sekadar
minum baygon yang begitu kita sayangi

dan aku asik tertawa saja, melihat taruhan-taruhan
yang aku menangi (sebab aku tahu, pasti itu
dan itu lagi)

Comments

Popular posts from this blog

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Puisi Pringadi Abdi Surya, diterjemahkan oleh John H. McGlynn

The Last Rain in Memory

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
for leaves have only just begun to grow
after the curse of a century of drought
for my failure as a man to turn stones
into gold

an elderly alchemist named khidir
who disappeared into eternity
left a message for me:

even one drop of the bitter rain that fell that evening
is capable of becoming a new world

no one knows, I've even concealed my shadow
in that old and windowless house
and that I'm looking now for other shadows
cast by a woman with reddened lips

upon seeing her, the rain will lessen
and everyone will begin to affirm the feeling of pain

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
and the leaves that are styudying to write down names
don't come to know how your name is spelled

as death or as love

(2014)

John H. McGlynn adalah seorang penerjemah dan editor berkebangsaan Amerika yang telah tinggal di Indonesia sejak 1976.Selain sebagai Ketua Lontar[10], ia jug…