Skip to main content

Menyoal Ayu

Naik kereta Parahyangan membuatku ingat
soal keempat waktu ikut cepat tepat

"Sebutkan bunyi undang-undang dasar empat
lima pasal tiga tiga ayat empat?"

TIBA-TIBA saja aku berkeringat, mencoreti
kertas buram yang sudah penuh dengan
berbagai tanda pengingat

TAK ada peserta yang kunjung memencet bel
yang warnanya kuning agak coklat. semua

memandangi sepatu besi yang kian tampak
berkarat, kalau-kalau jawaban mendadak mencuat

*

Ayu, kau duduk di pinggir kiri, menenteng Larung
karanganmu, sementara aku setia pakai sarung

babaku petani, Ayu. ke sawah sampai terik, dan
ke surau waktu malam sudah melirik

epistemo sampai teori kosmos itu apa lah, lebih baik
mengolah kompos yang akan dikirimkan kepadamu
lewat selembar kartu pos (katanya)

*

Ayu, setelah jadi pejabat aku ingat, tak ada ayat
keempat yang pernah membuatku berkeringat

maka diam-diam saja aku catat, kalau-kalau nanti
ada tempat untuk lampiaskan dendamku yang kesumat

ayat keempat:
tak berlaku ketiga ayat
sebelumnya; bumi, air, dan
kekayaan alam lainnya bebas kita
eksploitasi, bebas kita kuasai dan
kita jual ke luar negeri

biar tak sibuk kita nanti

Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila