Skip to main content

Kisah Mas Pri #1 - Sama bang Jo

Bang Jo sedang asik memainkan kuncir rambutnya yang kemilau itu, habis pake shampo buaya katanya. Sementara Mas Pri, seperti biasa, tampak seadanya dengan rambut yang tak pernah disisir, dan matanya sayu habis menyaksikan MU dibantai Barcelona, 0-2, malam tadi

"Mas Pri, saya khawatir..."

Mas Pri diam saja dan tampak menemukan mainan baru pada segelas kopi dan beberapa gorengan yang baru saja dihidangkan.... Baca Selengkapnya

"Gini, mas... saya khawatir akan lahir penyair besar dengan jiwa yang kerdil," lanjut bang Jo sambil sesekali mencomot gorengan yang masih asik dihadapi mas Pri. Dalam bathinnya Bang Jo berpikir mungkin saja mas Pri gemuk gara-gara suka makan gorengan macam ini.

Sementara mas pri mengambil toge dari tahu isi yang tadi dilahapnya, "kerdil macam ini maksudmu?"

"Mas Pri, saya serius ini..." bang Jo mulai kesal dengan tingkah Mas Pri yang masa bodoh itu. Bang Jo memang terkenal sebagai orang yang serius, dan berkoar-koar tentang idealisme yang ia bawa. Makanya ia tak mau memotong rambut. Penyair harus gondrong katanya, dan tak boleh sering-sering mandi, karena mandi hanya untuk orang kotor. Begitu pikirnya... Baca Selengkapnya.

mas Pri masih ga berpaling dari togenya, "Kamu serius saya malah dua rius nih... meski bintang saya bukan Sagitarius. hehehe" mas Pri ketawa memamerkan gigi kelincinya yang dua itu, membuat Bang Jo tambah meradang.

"Saya mau pulang dulu kalau gitu, Mas.." bang Jo sudah nggak sabar lagi, merasa dirinya tidak dipedulikan sama Mas pri.

"Eitss...jangan dulu..." tahan mas Pri dengan gorengan yang masih dipegang di kiri dan kanan, takut ada yang mengambil. Tapi mungkin Bang Jo yang sosialis itu juga tak suka dengan tindakannya ini. Dianggap kapitalis mungkin, menguasi dua hal yang harusnya bisa dibagi kepada rakyat lainnya.

"salam bebas bertanggungjawab," comot bang Jo sebelum ngeloyor pergi. meninggalkan mas Pri yang heran, menengok kanan dan kiri mencari palang semacam "Daerah bebas Rokok" yang menjadi larangan untuk merokok. Tapi memang ga ketemu tanda "kawasan bebas bertanggungjawab" yang menjadi dasar ketidakbertanggungjawaban bang Jo yang meninggalkannya.... Baca Selengkapnya

sementara Mas Pri mulai garuk-garuk kepala, karena ia lebih heran, ini kan rumahnya Bang jo. Kok bang jo yang pamit pergi mau pulang ya???

mas Pri pun melangkah, ke pertapaan selanjutnya, mencari peluang gorengan gratisan buat menambah berat badannya yang sudah kegemukan itu

Comments

rey_khazama said…
Gelooo, bodor euy.
perut ane geli.

Popular posts from this blog

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<