Skip to main content

lum diedit

Bang Jo kaget, waktu bertandang ke rumah mas Pri, dilihatnya mas Pri menangis di depan televisi. ternyata Mas Pri sedang nonton dvd, drama korea yang pemeran wanitanya Eun Hyee. Coffe Prince judulnya. Bang Jo jadi ingat, waktu pertama kenal, mas Pri dikira bernama Prince-Adi. Taunya cuma nama plesetan.

Bang Jo jadi nggak enak sendiri mau menggangu mas Pri yang sedang asik dalam tangisnya sendiri. Duduk di ruang tamu pun bang Jo jadi gelisah, sebab kok dia ga disuguhi kopi dan gorengan seperti minggu lalu saat mas Pri bertandang ke rumahnya.

Bang Jo jadi serba salah.

"Ada apa kamu ke sini, Jo?!" mas pri tampak membentak, seperti emosi. Begitu bang Jo berasumsi.

"Ndak mas.. ndak...saya cuma mau ketemu sama Mas Pri" jawab bang Jo kikuk.... Baca Selengkapnya

"Anjing...!!"

Bang Jo kaget. gak menyangka dia diteriaki anjing sama mas Pri.

"eh maaf maaf, bang Jo. maksud saya, apa Bang Jo tau dimana saya beli anjing?" ralat mas pri yang mulai tampak mengatur emosinya dan melap matanya yang basah dengan tissue, dan sesekali membuang ingusnya yang sepertinya sudah sangat kental itu.

Bang Jo jadi lega. Tapi bang Jo jadi heran. Setahu bang Jo, mas pri ini seorang muslim, kok mau beli aning?

"tanya saja, kamu pasti heran kan kenapa aku mau beli anjing?" sela mas Pri yang tahu jalan pikiran Bang jo.

bang Jo diam saja.

"Itu Jo, joo han sook... dia tampak keren kan dengan bawa anjingnya yang gemuk itu, si Romen?" lanjut Mas pri sambil menunjuk adegan di drama yang ditontonnya."... Baca Selengkapnya

Bang Jo manggut-manggut saja.

" nah kalau saya jalan-jalan bawa anjing, kayaknya bisa keren juga, Jo. mana tau bisa dapet cewek macam eun hyee yang imut itu. Bakal ga keluar rumah lagi aku Jo." mas Pri tampak berapi-api.

akhirnya bang Jo dengan setengah terpaksa mengantar Mas pri ke toko anjing. padhal tadinya dia mau menjawab ucapan Mas pri minggu sebelumnya. tapi ia urungkan niatnya saat melihat mas pri menangis tadi di depan televisi.

"Mas, di sini toko anjing yang paling bagus. dijamin bebas penyakit."

kali ini mas Pri manggut-manggut saja.... Baca Selengkapnya

Mas Pri nampak mondr-mandir di antara kandang berisi anjing yang dipajang di toko itu. mengamati sekali bagaimana bulunya, matanya, lolongannya. Tapi mas pri masih ndak berani menyentuhnya, haram soalnya.

"jo Jo...sini, Jo..." tiba-tiba mas Pri memanggil mas Jo yang sedang menutup idungnya. Usut punya usut ternyata bang Jo alergi sama anjing.

"ini bagus ndak? tanyain..berapa harganya?" mas pri tampak malu untuk langsung bertanya. takut ketahuan muslimnya soalnya.

"bagus mas, sebentar tak tanya.."... Baca Selengkapnya

Bang jo tampak mendekati kasir, lelaki botak pake kacamata itu diajaknya bicara. selang beberapa menit, Bang Jo kembali...

"mas, harganya 3 juta."

"Gila!!" Mas pri kaget sampe melompat. "Uang segitu bisa buat beli sora Aoi!"

"ssttt...mas jangan keras-keras. malu." bisik bang jo ke telinga mas pri.

"Kita pulang saja," jawab mas pri dengan muka meradang.

Sesampainya di luar, mas pri menggamit lengat Bang Jo.

"Jo, ini sudah kapitalis, masa anjing saja dijual 3 jut sementara gaji buruh banyak yang ga sampe satu njuta sebulannya. saya ga terima, Jo."

bang jo tampak memikirkan ucapan mas Pri.

"kalau kamu murni sosialis, besok kita curi anjing-anjing itu, seperti Robin Hud jaman kini, Jo...

Comments

rey_khazama said…
Waaaa.... Coffee Prince, favorit gue.
jaka said…
mantap mas artikelnya dan sangat bermanfaat
tejo said…
makasih gan buat infonya dan salam sukses
sarmin said…
terimakasih bos infonya dan sangat menarik

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<