Skip to main content

Euler

SETELAH bertahun ia hidup, ia baru sadar
Tak ada i di namanya sendiri. Ia tanya orang
Tuanya yang sudah pikun, dan nekad pergi
Ke dukun biar tahu kenapa tak ada i
Di namanya sendiri?

TAPI bukan jawaban yang diraih, malah pepatah
Lama yang sudah beruban pikirnya: Berakit-rakit
Ke hulu, berenang-renang ke tepian
. Ia pun
Berdiri di podium , menanyakan maksud yang
Sudah ia coba pecahkan di kertas-kertas yang
Sobek seperti mulutnya yang baru saja dijahit
Dengan serat eceng gondok.

Di abjad lain pun, ia coba rumuskan seluruh kisah yang
Ia hafal, tentang janin yang dihanyutkan di sebuah
Sungai tabu begitu penuh darah dan amarah, tentang
Nama yang masih menjadi rahasia.

TAPI tetap tak ada.

AKHIRNYA ia bertualang saja, mencari i di
Nama-nama lain yang tercerabut, dari batang
Dari daun, dari akar-akar yang minus dan
Sinus di hidung-hidung yang sudah
Melupakan bau.

Melupakan aku.

Comments

Anonymous said…
hmm... puisi matematik nih.... saya ga tau apa-apa soal Euler,tapi rumusnya emang terkenal, entah kenapa....

rivai

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila