Skip to main content

Sepasang Sepatu Yang Tak (Lagi) mengenal Tuannya

Yehuda punya sepasang sepatu yang lucu
Dibelikan ibu di pasar Minggu

Warnanya biru, motifnya seperti peluru
Dan kalau dicium pasti berbau mesiu

Yehuda sayang sepatu barunya
Jadi ia bawa kemana-mana sambil
Tersenyum bangga
“Ini sepatu baruku, dibelikan oleh ibu”

Tapi suatu hari, sepatunya tak ketemu
Meski sudah ia cari kemana saja: rak sepatu,
Kamar mandi yang bau, atau lemari kakak
Yang memang suka iri karena tak juga
Dibelikan sepatu.

“Ibu, Ibu, mana sepatuku?”

Tahu tahu ia lihat sepatunya terbang di langit
Seperti melakukan pertarungan yang sengit

“Sepatu sepatu… aku rindu”

Tiba-tiba sepatu pergi
Seperti berjalan dan berlari

Meninggalkannya sendiri.

Comments

Doel said…
Pring, sajak ini mengingatkanku pd sajak2 Dedi T Riyadi yg kerap berbicara masalah sepatu dg segenap pemaknaannya.

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila