Skip to main content

Ke Mana Rekanmu, Wahai Kakek Tua Penanam Benih?

: sapardi djoko

panggung itu sudah tinggal kau, menoleh ke kanan
atau menunduk seperti mencari sebuah kerinduan

kami terdesak dan berebut, mungkin ada sebait
di kolammu yang hijau, benih-benih rasa sakit

seperti hujan di bulan juni, dan kemarau-kemarau
lain di balik teriak dan suara-suara yang memarau

o, wahai kakek tua penanam benih, bolehlah kami
ikut mencari barang sehelai dua helai uban putihmu

lewat lampu sorot, dan sebuah kursi kosong yang
seperti menunggu, seperti menunggu kedatangan

jarum jam yang menyilang di atas pangkuanmu?

(2009)

Comments

Popular posts from this blog

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<