Skip to main content

Tiga Sajak Buat Antologi Puisi Padang

Tentang Sebab Gempa Kemarin Itu
: Prof. Tsuboi

kalau begitu, bolehlah kami pergi ke pengadilan
demi menggelar persidangan, siapa sesungguhnya
yang bersalah atas gempa kemarin itu?

begini: kami telah letih dengan segala macam spekulasi
ada yang bilang ini adalah azab, atau kutukan, atau
peringatan karena kami telah tidak taat pada jam gadang
yang selalu berdentang lima kali itu?

ada pula yang bilang ini gara-gara pergeseran lempengan
di perut bumi. padahal kami tak bisa membayangkan
apakah perut bumi itu sama seperti perut kami? Buncit,
kerempeng, ataukah bersisi rata laiknya binaraga?

aih, ada lagi yang berani tampil beda. katanya ini semua
karena letak planet-planet tengah sejajar dengan bumi, mempengaruhi
aliran listrik dari kutub ke kutub? aih aih, padahal di sini saja
pemadaman listrik bisa tiga kali seminggu. pusing tahu!

nah, jadi begitu. daripada kami berdebat, sampai melontarkan
ayat-ayat, merapal mantra dan jimat, bahkan terkomit-komat
kita pergi ke pengadilan saja, dan kau jadi saksi ahlinya
biar pak hakim yang kemudian memutuskan: siapa yang sebenarnya
bersalah dari gempa yang terjadi kemarin itu?

(2009)

Kalau Mungkin Kau Sedang Tidur dan Tiba-Tiba Jam Gadangmu Berdentang Tak Normal

Tiba-tiba jam gadangmu berdentang tak normal!

Tapi kau tengah memejamkan mata, menghindari realita
Kemarin baru saja kau dengar, maria ozawa akan datang ke Indonesia
Beradu akting dengan Raditya Dika
Padahal kau ingin sekali menjadi pemeran prianya
Menggandeng sang maria keliling ibukota
Naik metromini yang sebenarnya tak lolos uji emisi
Atau menikmati kerak telor, yang mungkin imitasi.
Tetapi matamu tak lepas dari pinggul dan dada
Milik sang gadis (boleh disebut seperti itu?) di sebelahmu
Sambil memikirkan sebuah pertanyaan yang lucu:
Apakah itu susu asli atau imitasi?

Tiba-tiba jam gadangmu berdentang tak normal!

Tapi kau masih melanjutkan mimpi indahmu di atas kasur
Berdiri di atas panggung, berduet dengan Sherina yang kau idola
Menyanyikan cinta pertama dan terakhir
Yang kerap menjadi inspirasi bagi syair-syairmu itu,
Syair tentang Adonis yang mistis, seperti dua macam layang-layang
Yang saling berparit untuk memperebutkan kenang
Dari udara yang makin menjuling itu

Tiba-tiba jam gadangmu berdentang tak normal!

Kau bangun juga, pukul lima lebih lima
Kau pun menganga, memikirkan kenapa jam gadangmu itu
Berdentang lebih dari lima, bahkan belasan kali lebih banyak
Mungkin kehabisan baterai, atau kekurangan materai
Buat syahnya perizinan dentang jam gadang
Yang memang kadang terlalu berbelit-belit

Tapi belasan menit kemudian, sebelum kau tunaikan sembelitmu
Yang kesekian hari itu, ada getaran mendadak
Rumahmu berderak-derak
Tetanggamu bahkan berteriak-teriak
Ah, padahal belum tuntas kau tunaikan berak…

(2009)




Santi dan Sebuah Keinginan di Hari Kematianmu Itu
: afrizal malna

Ada orang hilang, Santi. Ini sudah bukan orde baru. Kucing-kucing sudah berani berpesta di malam minggu. Orang-orang sudah duduk di taman di bawah lampu-lampu. Lampu-lampu pun tidak kuning lagi, Santi. Tidak menyerukan hati-hati. Tapi ada orang hilang, Santi. Ada orang hilang.

Orang-orang berkiblat ke barat. Orang-orang menonton pertandingan sepakbola. Orang-orang belanja di supermarket. Orang-orang bertaruh di pasar saham. Orang-orang beradu kerbau. Tapi ada orang hilang, Santi. Ada orang hilang di antara orang-orang.

Dengkulku yang menyembunyikan tanah yang berjatuhan. Dengkulku pula yang menyembunyikan korek api dalam tubuhmu. Dengkulku yang sudah aku lempar ke luar jendela. Dengkul, o, dengkul, kembalikan hari kematian aku. Kembalikan mimik mukaku. Kembalikan tanah-tanah yang berjatuhan, korek api, dan jendela kaca rumahku.

Kembalikan, o, kembalikan, orang hilang itu, o, dengkul, o, Santi, o…

(2009)


Biodata Singkat:

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Sekarang sedang kuliah di D3 Akuntansi STAN. Duta bahasa Provinsi Sumatera Selatan 2009 ini sudah termuat dalam antologi Kepada Cinta (Gagas Media, 2009) dan Alusi, Kumpulan Puisi (Pustaka Pujangga, 2009). ngah asyik mengurus blognya http://reinvandiritto.blogspot.com

Comments

Mimin said…
Hei..ini puisi yg dikirim ke milis apresiasi sastra ya. Keren...sy aja blm dikirim hiks...

Popular posts from this blog

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Puisi Pringadi Abdi Surya, diterjemahkan oleh John H. McGlynn

The Last Rain in Memory

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
for leaves have only just begun to grow
after the curse of a century of drought
for my failure as a man to turn stones
into gold

an elderly alchemist named khidir
who disappeared into eternity
left a message for me:

even one drop of the bitter rain that fell that evening
is capable of becoming a new world

no one knows, I've even concealed my shadow
in that old and windowless house
and that I'm looking now for other shadows
cast by a woman with reddened lips

upon seeing her, the rain will lessen
and everyone will begin to affirm the feeling of pain

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
and the leaves that are styudying to write down names
don't come to know how your name is spelled

as death or as love

(2014)

John H. McGlynn adalah seorang penerjemah dan editor berkebangsaan Amerika yang telah tinggal di Indonesia sejak 1976.Selain sebagai Ketua Lontar[10], ia jug…

4 Musim Cinta

Ketika Timor Timur di ambang disintegrasi, kerusahan pecah. Banyak kantor pemerintahan tutup. Semua pegawai negeri pusat pulang ke daerahnya masing-masing. Namun, satu kantor harus bertahan. Kantor itu dikenal dengan nama Kantor Kas Negara. Sampai seorang pegawainya yang memberanikan diri dan harus datang ke kantor dicegat oleh Fretilin, ditanyai, ditodong senjata, hendak kemana dan siapa. Ia menjawab ia pegawai Kantor Kas Negara. Seketika itu juga ia dilepaskan. Kantor Kas Negara adalah kantor terakhir yang bertahan dan menjadi identitas negara saat itu.
Begitu pun ketika terjadi tsunami di Aceh. Kantor yang pertama kali harus dipulihkan adalah KPPN Khusus Aceh. Kantor Kas Negara (sekarang bernama KPPN) adalah jantung sekaligus darahnya negara. Keberadaannya adalah keniscayaan. Ia hadir bukan karena ada potensi pendapatan yang besar di daerah itu, melainkan karena ia harus hadir untuk menghidupi perekonomian dengan salah satunya mencairkan dana APBN.
Sekelumit cerita itu menjadi pen…