Skip to main content

Kalaulah putih tak pantas untukmu, lantas kemana Harus kucari kafan ungu di hari kematianmu?

Jejak-jejak pasir dan jam dinding kita adalah laut
Yang tiba-tiba seperti hendak merebut setiap kenangan
Dari seraut wajah yang kau goreskan di atas kanvas itu

Apalah aku, di lubang dua kali satu itu, ketika kau (dan aku)
Tiba-tiba berpikir hendak menjadi ulat, menjadi belatung
Daripada hidup terkatung-katung dan saling meninggalkan

Tapi di sebuah kalender yang kau letakkan di atas tempat tidur
Kau, tertanggal sebuah angka, seperti bentuk jam dinding
Yang sering kau tanyakan padaku: tentang detik ke berapa

Aku hendak mencuri sepasang rindu dari sepasang dada kau.

Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila