Skip to main content

Pemandangan: Ruang Perapian

: sabriani suci zasneda

---bagaimana dengan setumpuk ranting ini, Nyonya
sudah cukupkah untuk kita seduh di atas tungku perapian itu?

di dekatmu, aku adalah unggun
menemanimu yang tengah merajut daun
dari berlembar lamun yang sendiri

secangkir kopi, dan air panas di termos-termos
sudah tak ragu menjadi dingin
seperti matamu yang diam-diam takut
menerjemahkan ingin dengan penuh rasa kalut

di dekatmu, aku adalah unggun
membakar ranting-ranting kering
dengan gerak yang fasih

tetapi kau adalah batang yang tak bergeming
di atas kursi goyang
sambil teguh memegang jarum dan benang

---kaujahitkan lagi sebuah bayang

(2010)

Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<