Skip to main content

Sajak Februari

di bibirku, februari masih kota yang raib tiba-tiba. gedung-gedung yang dulu menjulang tinggi
menyimpan rahasia dari kamar-kamar kosong yang bau, tiang-tiang listrik, monumen-monumen
dan obelisk emas di tengah taman itu. seperti seorang gadis yang duduk menunggu sampai
daun-daun berbisik membicarakan rindu dari matanya yang syahdu sebelum hilang ditelan malam.

di bibirku, februari masih surat yang terbang dibawa angin. belum sempat kutuliskan kata cinta
dan kata-kata lain yang sempat tersangkut di ban sepeda saat kita kebut-kebutan di masa kecil.

di bibirku, februari masih kamu. duduk di kursi roda sambil membayangkan cinta adalah cokelat
dan puisi lain yang diam-diam kusembunyikan di bibirku yang lain

bibir yang rindu pada peluk kemarau dan nyanyian burung kutilang itu.

Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<