Langsung ke konten utama

RUMI

HIDANGAN ROHANI
SAJAK-SAJAK RUMI (1207-1273 M)

/Abdul Hadi W. M.


LAGU SERULING BAMBU

Dengar lagu seruling menyampaikan kisah pilu perpisahan
Tuturnya, “Sejak bercerai dari indukku pohon bambu rimbun
Ratap tangisku membuat lelaki dan wanita mengaduh
Agar kepiluan dan kobaran berahi cinta dapat kupaparkan
Kuingin sebuah dada koyak sebab terasing dari dia yang dicinta
Setiap orang yang tinggal jauh dari negeri kelahirannya
Akan selalu merindukan saat-saat ketika masih bersatu dengannya
Dalam setiap perjamuan kunyanyikan nada-nada senduku
Aku duduk bersama mereka yang riang dan sedih
Walau rahasia laguku tak jauh dari asal ratapku
Apa ada telinga mendengar dan mata memandang?
Tubuh tak terdinding dari roh, pun roh tak terdinding dari tubuh
Namun tak seorang di dunia diperbolehkan melihat roh
Riuhnya suara seruling adalah kobaran api, bukan desir angin
Mereka yang tak punya api akan sia-sia hidupnya
Inilah kobaran api cinta yang tersembunyi dalam seruling
Inilah bara semangat cinta yang dikandung arak anggur
Seruling adalah kawan ia yang terpisah dari sahabat karibnya
Lagunya menyayat kalbu kami: Siapa pernah lihat racun
Dan obat penawarnya menyatu dalam dirinya seperti seruling?
Siapa pernah lihat orang sedih yang sekaligus pencinta
Menuturkan rindu dendam seperti seruling



KARENA CINTA

Karena cinta, tubuh berdaki dari tanah liat ini
Sanggup terbang ke langit menuju arasy
Gunung menari dan tangkas geraknya, o Pencinta!
Cinta menurunkan ilham pada bukit Sinai
Karena itu bukit Sinai mabok dan Musa jatuh pingsan

Jika kuikuti bibir yang sehaluan denganku
Aku akan berubah menjadi seruling:
Kulagukan semua yang dapat kulagukan
Tetapi dia yang terpisah dari kekasihnya
Akan terkunci mulutnya dan membisu
Walau tahu ratusan pantun dan gurindam

Apabila mawar pergi dan taman lenyap
Kisah burung bulbul takkan terdengar lagi
Kekasih adalah segala-galanya, pencinta ialah tabirnya
Kekasih ialah hidup, pencinta benda mati
Kalau cinta tak peduli kepadanya,
Jadilah dia burung tanpa sayap

Bagaimana Kesadaran ada di depan dan samping
Jika Kekasih tak ada di depan dan samping
Cinta ingin dunia dan semua yang dicintai dijelmakan
Jika cermin tak mantulkan bayangan apa sebabnya?
Tahukah kau mengapa cermin jiwa tak mantulkan bayangan?

Karena karatnya belum juga dibersihkan
O Sahabat, dengar kisah ini: Hanya dalam Kebenaran
Sumsum keberadaan roh kami terkandung



SELUBUNG CINTA

Kini seluruh diriku diselubungi Cinta,
kini seluruh diriku bebas dari kepentingan apa pun.
Kuhancurkan semua berhala yang berasal dari empat anasir tubuh
Sekali lagi aku menjadi Muslim, sabuk Nasrani kutinggalkan
Sesaat aku berputar mengelilingi sembilan cakrawala
Kuedari bintang-bintang, masing-masing menurut sumbunya
Sesaat aku gaib, tinggal bersamanya di sebuah ruang
Aku berada tidak jauh dari negerinya, kupandang yang mesti kupandang
Aku hadir di penjara dunia karena niat yang baik
Mana penjara itu kini? Mana tempat yang kekayaaanya telah habis kucuri?
Aku datang karena lebih baik tinggal dalam sangkar
Bersama kawan-kawanku, tak betah aku di taman mawar yang sepi
Dalam penjara kusaksikan dia yang molek seperti Yusuf
Aku senang istirah di tempat kurungan ini
Seperti bayi di dalam rahim, aku dibawa oleh darah ke dunia ini
Manusia lahir hanya satu kali, aku lahir berulang kali
Kau bahagia dan mabuk disebabkan anggur,
Aku riang dan mabuk bukan disebabkan anggur!
Kau tersenyum dengan bibir, aku tanpa bibir
Selubung ini telah kucabik berulang kali dengan tanganku
Bersama para rahib di biara kurubah malam menjadi siang
Dengan para biksu aku tidur di pagoda di bawah kaki berha;a
Aku adalah pencuri yang terperdaya dan menanggung sakit yang pedih
Aku awan dan hujannya, aku tercurah ke taman-taman
Tidak pernah debu fana’. berkumpul di jubahku, O Darwisy!
Karena itu kupetik berkuntum-kuntum bunga di taman mawar baqa’
Aku bukan dari air atau pun api, bukan tidak dari angin bertopan
Aku bukan debu dari lukisan dirimu, bukan Syamsi Tabriz
Aku adalah cahaya murni dan asali.



LANGIT DAN BUMI

Hikmah dari Tuhan adalah takdir dan maklumatnya ialah
Kita ini memang dijadikan sebagai pencinta satu dengan yang lain;
Karena ketentuan itulah setiap bagian dari dunia ini
Dianugerahi pasangan yang sesuai dan serasi.
Di mata orang arif, Langit adalah lelaki dan Bumi adalah perempuan.
Bumi menerima saja apa yang diturunkan oleh Langit.
Jika bumu kurang panas, Langit mengirim panas
Jika bumi kurang hangat dan lembab, Langit memulihkannya.
Langit berputar mengitari sumbunya, seperti suami mencari nafkah bagi istrinya
Dan Bumi sibuk pula mengurus rumah tangganya:
Ia menunggui yang lahir dan menyusui bayi yang ia lahirkan:
Sebutlah Bumi dan Langit sebagai pasangan bakat dan kepandaian
Keduanya sangat diperlukan oleh makhluq yang berakal.
Jika pasangan ini merasakan nikmat dengan yang lain,
Mengapa mereka harus merangkak bersama sebagai pencinta dan kekasih?
Tanpa Bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga?


LELAKI DAN PEREMPUAN

Dalam hal kebenaran, tak pernah pencinta mencari sesuatu yang tak dilihat oleh kekasihnya
Jika cahaya Cinta menerobos kalbu kita, artinya Cinta telah bersemayam di hati si dia
Bila Cinta Tuhan menyala dalam hatimu, tentu Tuhan telah mencintaimu
Suara tepukan tidak akan terdengar dari tangan yang bertepuk sebelah
Hikmah Tuhan ialah ketentuan dan maklumat bahwa kita adalah pencinta satu dengan yang lain.
Karena ketentuan itulah setiap hal di muka bumi diberi pasangan
Di mata orang arif, Langit adalah lelaki dan Bumi adalah perempuan
Bumi menerima saja apa yang diturunkan Langit ke haribaan dan rahimnya
Jika bumi kurang panas, Langit mengirimkan panas
Jika bumi kurang segar, Langit menyegarkan bumi yang lembab
Langit berputar menurut sumbunya, bagaikan suami mencari nafkah bagi istrinya
Dan Bumi sibuk mengurus rumah: ia menunggui dan menyusui bayi yang dilahirkan
Perumpamaan Bumi dan Langit adalah seperti bakat dan kepandaian
Yang satu memerlukan yang lain untuk hidup dan maujud
Tanpa Bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga?
Tanpa Bumi apakah Langit bisa menghasilkan air dan panas?
Ketika Tuhan meletakkan nafsu berahi ke dalam diri lelaki dan perempuan
Lihat, dunia telah berhasil diselamatkan oleh persatuan dari keduanya.
Begitulah Tuhan menanamkan keinginan dalam setiap bagian
Dari keberadaan demi bagian keberadaan yang lain
Siang dan Malam, dilihat dari luar saling bertentangan
Namun untuk mencapai tujuan yang satu, mereka saling membantu
Masing-masing saling mencinta untuk mencapai kesempurnaan
Mereka saling memerlukan agar kerja mereka sempurna
Tanpa Malam, hidup manusia tak akan membuahkan hasil, pun jika tanpa Siang.


Terjemahan: Abdul Hadi W. M.

Komentar

Pos populer dari blog ini

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Terjemahan Bebas The Road Not Taken By Robert Frost

Jalan yang Tak Ditempuh dua jalan menyimpang di hutan cladrastis kentukeadan sungguh maaf, aku tak bisa menempuh keduanyadan menjadi musafir sendiri, lama aku berdiridan melamun-merenungi sejauh yang aku mampudemi kemana jalan ini berbelok dalam semak-semak;lalu tempuhlah yang lain, biar terasa lebih adil,dan memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih baikkarena begitu serut dan kurang terjamahi;meskipun untuk berjalan terus ke sanasedikit mengusangkan pikiran mereka pada persamaanDan keduanya, secara seimbang membaringkan pagimenginjak daun-daun itu, tanpa meninggalkan jejak, oh, aku mengenang yang pertama untuk suatu saat nanti!Dan belum aku tahu, cara jalan menuntun ke kebenaranaku meragukan bahwa yang telah aku tinggalkan akan kembaliAku harusnya mengatakan semua ini dengan lenguhandi suatu tempat, usia demi usia yang berguguran:Dua jalan menyimpang di sebuah hutan, dan aku--aku telah memilih satu, yang sepertinya sunyi,dan di situlah aku telah membuat suatu perbedaan.

Sajak-Sajak Pringadi Abdi Surya di Kompas.com 27 Maret 2011

Daun Jendela

Ia berharap ada yang membukanya setiap pagi
dan seekor burung gereja yang tersesat
bertengger ramah di punggungnya. Engselnya
yang berkarat masih begitu kuat menahan
ketukan-ketukan angin di tiap malam sebelumnya.
Dulu, ada kutilang yang berkandang di dekatnya.
Kutilang yang sering bernyanyi dan belum belajar
cara membuang kotoran. Ternyata, nyanyian
kutilang pun tak sanggup menahan kematian.

Ia tahu, di luar sana, udara semakin berat.
Dan mahahebat Tuhan yang menjinjing matahari.
Sesekali, ia melirik ke dalam kamar, dan
membuang suar lampu yang belum dipadamkan.
Seorang laki-laki tengah mendengkur
dan beradu sakti dengan jam waker.



Ceritanya tentang Jambu Bangkok

Pohon jambu bangkok di pekarangan rumahnya sedang musim-musimnya. Ada yang masih pentil, berwarna hijau tua. Ada juga yang sudah dibungkus kantung kresek, kira-kira seukuran bola tenis. Ia tahu, tiap saat ia harus berjaga dari ulat dan segerombolan anak yang lewat saat pulang sekolah. Ia bersembunyi …