Skip to main content

Ketika Kita Tiada

Tidak ada yang akan pergi ke kantor, meletakkan
kelima jari pada pemindai sidik, lalu pulang dan
memikirkan hujan tadi malam yang membunuh kita
dengan kejam. Tubuh yang penuh lubang diletakkan
di jalan-jalan seperti tebaran paku yang siap
menjebak kendaraan bermotor. Pada itu, aku ingin
merengkuh jarimu yang tergeletak tak jauh bagai
minta digenggam, tetapi nyawa membumbung laik
asap. Kita memandang tetapi tak dapat memegang.
Apakah orang-orang akan mencari kita yang tidak
pergi ke kantor hari ini? Tetapi libur ini mengurung
kenangan, mengikat ingatan, merengkuh segala hal
yang biasa diucapkan diam-diam di belakang kita,
o, betapa, banyak pisau yang sudah menancap!

Comments

Riesna Kurnia said…
wah, tulisannya bagus.. :)

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<