Skip to main content

Ketika Kita Tiada

Tidak ada yang akan pergi ke kantor, meletakkan
kelima jari pada pemindai sidik, lalu pulang dan
memikirkan hujan tadi malam yang membunuh kita
dengan kejam. Tubuh yang penuh lubang diletakkan
di jalan-jalan seperti tebaran paku yang siap
menjebak kendaraan bermotor. Pada itu, aku ingin
merengkuh jarimu yang tergeletak tak jauh bagai
minta digenggam, tetapi nyawa membumbung laik
asap. Kita memandang tetapi tak dapat memegang.
Apakah orang-orang akan mencari kita yang tidak
pergi ke kantor hari ini? Tetapi libur ini mengurung
kenangan, mengikat ingatan, merengkuh segala hal
yang biasa diucapkan diam-diam di belakang kita,
o, betapa, banyak pisau yang sudah menancap!

Comments

Riesna Kurnia said…
wah, tulisannya bagus.. :)

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila