Skip to main content

Dua Puisi di Batak Pos, 12 Januari 2013




di atas katedral

di atas katedral:
dua jejak nada bekas misa siang tadi
sempat tertinggal sebelum kaucuri
diam-diam
tidak ada yang tahu, uskup-uskup tua itu bahkan
tengah asik mengeja tiap ayat-ayat di kitab sucinya
berlatih khotbah untuk jemaatnya
tapi malam ke tujuh kau kembali
bersujud di altar pengakuan dosa
memelas memohon kasih
...
sebab kautahu
nada itu begitu agung
untuk kaucuri



Rindu – Mati
seperti sebuah rindu yang
tiba-tiba jatuh
ada yang terserak di dedaunan maple
yang telah memerah lalu mengering,
menjadi bagian dari hidupmu
"Tapi ini musim semi," katamu mengeluh
terpaksa kau mencarinya
di sela-sela ulat yang mulai
menggerogoti dedaunan itu
berhari-hari
"Sudah membusukkah?" Tanyamu lesu
maka kau menyerah
; rindu itu mati!


Comments

Sigit Purwanto said…
izin menikmati bait demi bait puisi yang disuguhkan..

salam kata..

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<