Skip to main content

Pemenang Lomba Blog Gempita Bulan Bahasa Powered by Indosat

Pada mulanya, rangkaian Gempita Bulan Bahasa yang digelar oleh Rumah Kata Bogor dan didukung penuh oleh Indosat hanya dirancang sehari saja, yakni pada 4 November 2011. Namun, setelah penyelenggara berbincang-bincang dengan pendukung acara, disepakati untuk menyertakan satu rangkaian tambahan, Lomba Menulis di Blog Pribadi.

Tersebab tenggat waktu penayangan tulisan yang sangat singkat, yakni 7 s.d. 15 November 2011, ditaksir pesertanya bakal tak banyak. Ternyata perkiraan itu meleset. Jumlah peserta mencapai 21 orang. Tentu saja, ini sangat menggembirakan. Terlepas dari waktu yang mepet, disadari bahwa tema yang diusung bukanlah sesuatu yang popular sehingga bisa memancing minat banyak orang.

Lumrahnya lomba yang lain, kegiatan ini juga meniscayakan penilaian. Ada empat kriteria yang digunakan dalam menilai tulisan peserta. Pertama, keunggulan bahasa. Kriteria ini meliputi penggunaan ejaan yang benar, kelengkapan struktur kalimat, penyajian bahasa yang mudah dicerna, dan penggunaan kata yang tepat (dalam bahasa tulisan). Acuan nilai tertinggi untuk kriteria ini adalah 40.

Kedua, kekuatan tulisan, mencakup penjudulan, kerunutan penyampaian, kemampuan menyampaikan gagasan, dan langgam pemaparan ide. Nilai tertinggi untuk kriteria ini adalah 30. Ketiga, kesesuaian tema. Kriteria ini menyangkut tingkat keterkaitan tulisan dengan tema yang ditentukan oleh penyelenggara dalam lomba. Nilai tertinggi untuk kriteria ini adalah 20. Keempat, aspek penunjang, mencakup pemenuhan ketentuan tertentu yang harus dicantumkan dalam tulisan. Nilai tertinggi untuk kriteria ini adalah 10.

Berdasarkan kriteria di atas, juri melakukan penilaian pada 17 s.d. 23 November 2011. Pemenangnya adalah:

1. Pringadi Abdi Surya, Hujan Menulis Ayam, nilai 152. [Blackberry Gemini]
2. Reyhan Satria Adinur, Bahasa yang Dirusak, nilai 149. [Samsung Galaxy Y]
3. Fauzan Mukrim, Tante dan Pob, nilai 141. [Smartphone]

Ketiga pemenang di atas akan dihubungi oleh pengurus Rumah Kata Bogor terkait pengiriman hadiah yang disediakan oleh pendukung acara, Indosat—seperti yang telah diumumkan sebelumnya. Sedangkan tiga pemenang hiburan akan mendapatkan paket buku dari Rumah Kata Bogor, masing-masing:

1. Erik, Feni Rose Berpuisi di Gempita Bulan Bahasa, nilai 140.
2. Andi Hardiyanti Hastuti, Bahasa Indonesia dan Mereka yang Mencinta, nilai 139.
3. Firman Akbar, Menulislah: Maka Kamu Akan Abadi, nilai 139.

Bagaimanapun, hadiah hanyalah sebatas apresiasi dari penyelenggara terhadap partisipasi dan keseriusan peserta. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering digelar, demi menumbuhkan dan melestarikan kecintaan kita terhadap bahasa Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Puisi Pringadi Abdi Surya, diterjemahkan oleh John H. McGlynn

The Last Rain in Memory

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
for leaves have only just begun to grow
after the curse of a century of drought
for my failure as a man to turn stones
into gold

an elderly alchemist named khidir
who disappeared into eternity
left a message for me:

even one drop of the bitter rain that fell that evening
is capable of becoming a new world

no one knows, I've even concealed my shadow
in that old and windowless house
and that I'm looking now for other shadows
cast by a woman with reddened lips

upon seeing her, the rain will lessen
and everyone will begin to affirm the feeling of pain

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
and the leaves that are styudying to write down names
don't come to know how your name is spelled

as death or as love

(2014)

John H. McGlynn adalah seorang penerjemah dan editor berkebangsaan Amerika yang telah tinggal di Indonesia sejak 1976.Selain sebagai Ketua Lontar[10], ia jug…

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila