Skip to main content

Perjalanan, 1

Menunggu di Kayangan, Kau berasumsi bukit yang tinggi itu
adalah Gunung Rinjani. Dan laut yang seperti tak berbatas
akan mengantarkanmu ke Antartika. Tidak perlu cemas, suatu
saat kita akan kembali ke Senggigi, bermain pasir pantai
dan berendam di dalam senja yang sedikit malu-malu. Itulah
cinta, lautan kini sedikit berombak tapi kuajak Kau berdiri
di geladak. Menikmati angin dan waktu yang pelan merambati
lekuk Kau. "Bagaimana Poto Tano nanti?" Bertanyalah seolah
tak ada jawaban yang dapat kuberikan. Kapal belum berangkat,
orang-orang duduk--beristirahat. Kita berupa inedia, memakan
cahaya yang kian raib itu.

Comments

Anonymous said…
tulisan yg indah... berkunjunglah ke blog aku. http//www.kidungdibalikbukit.blogspot.com

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<