Skip to main content

Pintu Hati

Tidak ada jalan kembali ke hatiku. Ibarat pintu, siapa pun boleh

mengetuknya, membuka dan memasuki ruang-ruang itu.

Kamar gelap dengan nyala lilin yang muram, rak-rak buku berdebu,

dan televisi yang tak pernah dinyalakan.

Aku lelaki yang beramah-tamah pada tamu, menyajikan kue-kue cantik

secantik bola matamu. Segelas Rosela hangat begitu kecut, seperti

halnya kecupanku di bibirmu.

Bulan boleh saja mencuri sejuta ciuman, tetapi tidak ciumanmu---

kucuri ia dengan hati-hati seolah aku pencuri

dan bisa saja merengkuh semesta dalam genggamanku.



Jalan ke hatiku cuma satu arah. Masuk dan keluar. Tetapi tak

ada pintu untuk kembali. Tak ada. Tak ada.

Comments

Laila said…
Puisi yg bagus sekali! Tetapi saya terpikir, apakah benar tidak mungkin seseorang kembali lagi ke pintu hati Anda? (Maklum meskipun saya berminat sastra, saya lebih berminat psikologi :D)

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<