Skip to main content

Setelah Semua Selesai

Setelah semua ini selesai, aku akan menggelar tikar, menghidangkan beberapa
menu dari rasa yang keluar lewat air mata. Tetapi, hal-hal berbau asin seringkali
membuatmu menutup hidung, seperti menjauhkan lalat-lalat dengan tudung,
sambil menyanyikan sebuah kidung. Di atas nampan, aku bingung harus
menyediakan gula semanis apa yang bisa melukiskan pemandangan itu
tentang gadis yang memanjangkan rambut, merindui tanah-tanah gambut. Aku
teringat pada pohon plum yang mekar bunganya, ungu, dan merah jambu,
tidakkah itu adalah masa ketika musim salju? Tetapi tak pernah
ada butir yang sama yang membuat kita mengenakan mantel,
menyaksikan gazelle muda tengah memaknai embun di rumput-rumput kota.

O, rapunzel kah dirimu, terkurung di menara sambil beraharap burung-burung kembali?

Setelah semua ini selesai, aku akan belajar caranya memulai.
Selalu ada hati yang terkulai, lalu mati.

Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila