Skip to main content

Tiga Bulan Setelah Mawar Putih Itu Layu

tiga bulan saja
kita akan duduk
sambil berpikir
tentang mawar
-mawar putih
yang layu
sendiri

mungkin kita lupa
menyiramnya
dengan airmata
atau air kencing
yang pesing
sebab kita kerap
kekurangan pupuk
urea atau organik
dari kayu-kayu lapuk
daging-daging lapuk
atau kau juga
yang bujang lapuk

mungkin pula
gara-gara matahari
yang pilih kasih
diam-diam tak mau
menyinari kebun bungaku ini
seperti kau itu
yang menolak datang
padahal sudah janji
menyaksikanku
membaca puisi
sambil menyerahkan
mawar putih ini
kau malah pamerkan mawar lain
yang bukan putih
tetapi merah
membara
seperti warna
celana dalammu itu
yang diam-diam tersingkap
oleh angin genit
yang matanya
sudah bintit

aih, tiga bulan saja
setelah mawar putih ini
kusiram dan kupupuk
tiap minggu
tetapi layu juga
gara-gara mawar merah
yang tadi kau bawa itu

Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila