Skip to main content

#5BukuDalamHidupku: DRAGON BALL





Belum lama ini, One Piece, sebuah komik, memecahkan rekor penjualan. Pertama, ia memecahkan rekor tercepat, 4 juta sekian eksemplar dalam 1 minggu (untuk volume 63) mengalahkan rekor sebelumnya atas nama Harry Potter and Deathly Hallows. Dan secara penjualan pun, seri One Piece mengalahkan penjualan terbanyak dalam sejarah yang selama ini dipegang oleh Dragon Ball!

Apakah aku akan menulis tentang One Piece sebagai buku kedua dalam hidupku? Tidak. Tidak kali ini. Aku malah akan bercerita tentang Dragon Ball. Komik yang menceritakan tentang pemuda Saiya yang terdampar di bumi dan petualangannya mencari tujuh bola naga itu.

Eichiro Oda, sang maestro pengarang One Piece pernah mengungkapkan bahwa Akira Toriyama adalah sumber inspirasinya. Lebih lanjut, Oda mengatakan, jika Dragon Ball tidak ada, maka tidak ada One Piece. Tidak ada pula Naruto dan Fairy Tail. Hampir semua mangaka berkiblat kepada Akira di masa kecilnya. Lalu, jika semua mangaka itu terinspirasi dari komik ini, kenapa saya tidak?

Sejak TV Swasta masuk Desa, ada 3 tontontan favorit yang wajib dan kudu ditunggu oleh setiap anak. Yakni, Pendekar Rajawali alias Yoko, Doraemon, dan tentu saja Dragon Ball. Setiap hari Minggu, aku juga tak mau diganggu. Saat itu aku tak punya komiknya. Tak bisa beli komiknya.

Bapak cuma PNS di Dinas Perkebunan Sumsel. Satu bulan sekali aku, dan biasanya kakak keempat dan ketiga, diajak ke Gramedia. Di sana, kami akan membaca sampai puas sementara Bapak dan Ibu ke Pasar 16 untuk belanja kebutuhan rumah tangga. Kami bertiga diberi uang 10 ribu. Dan harus berembuk, buku-buku apa saja yang dapat dibeli dengan uang itu. Kamu tahu, dalam sekian tahun itu, hanya sekali aku membeli komik Dragon Ball. Adalah seri saat kedatangan Bejita ke Bumi bersama Nappa. Nomor 18 kalau nggak salah. Sisanya, aku baca serampangan di rumah teman-teman ketika SMA.

10 tahun kira-kira aku mengikuti cerita itu di televisi. Dan baru beberapa minggu lalu, aku menonton kembali Dragon Ball The Movie: The Battle of God, yang langsung ditulis oleh Akira Toriyama lagi (Kamu yang belum tahu, Dragon Ball GT tidak ditulis oleh Akira Toriyama).

Apakah kamu juga suka Dragon Ball? Kalau suka, apa yang kamu inginkan jika mendapat tujuh bola naga itu?

Cerita-cerita tentang sesuatu yang dapat mengabulkan harapan memang sangat populer. Ada juga cerita tentang lampu dan jin yang dapat mengabulkan permintaan. Seorang pemuda tersesat di sebuah gurun dan menemukan lampu tua. Dia menggosok lampu itu dan jin keluar, menantikan 3 permintaan. Sang pemuda meminta harta yang berlimpah dan buzz, emas permata menumpuk di dekatnya. Lalu ia meminta umur yang panjang dan buzz, ia merasa sangat sehat dan seakan bisa hidup selamanya. Lalu pada permintaan ketiga ia mulai berpikir, dan malu-malu mengatakan ingin selalu berada di dekat banyak wanita, dan buzz, dia menjadi pembalut!

Sementara Son Goku dalam kesempatan pertamanya bertemu Shiryu, dengan konyolnya juga malah  meminta sebuah celana dalam!

Saya jadi ingat kata Bapak, ketika berdoa kita harus spesifik. Jangan berdoa cuma, Ya Tuhan, luluskanlah aku di SPMB. Karena kita akan lulus tapi nggak tahu lulusnya di mana. Tapi berdoalah, Ya Tuhan, luluskanlah aku di Kedokteran UI pada tahun ini. Misalnya.

Kespesifikan itulah yang terus saya genggam dalam harapan saya. Meski banyak dari mereka yang belum tercapai.

Mengaitkannya dengan Dragon Ball, ada satu kemampuan milik Son Go Ku yang saya idam-idamkan. Yakni jurus berpindah dalam sekejap. Bukan terbang atau kamehameha. Bahkan sampai sekarang pun, jurus itu kerap muncul dalam mimpi-mimpi saya yang kebanyakan tidak masuk akal.

Dua jari diletakkan di jidat, rasakan tujuannya, lalu zapp, sekejap kita sudah berada di tempat yang kita inginkan.

Lalu di mana tempat yang aku inginkan? Ialah Arasy. Aku begitu penasaran dengan kediaman Tuhan.

PS:
Tidakkah ini masih tulisan tentang Dragon Ball?

Comments

Popular posts from this blog

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

KATAK BUNUH DIRI

“Katak-katak ini tidak perlu bunuh diri,” ujarku pada Randal Patisamba yang tengah memegang dua mayat katak. Aku tidak berani memegang satu pun dari mereka, apalagi dengan badan sudah acak-acakan begitu. Aku jadi membayangkan jika tubuhku yang terlindas kendaraan yang besarnya jutaan kali lipat, ya, katak-katak itu terlindas kendaraan yang melintas dari dan ke Labangka.
“Kau yakin kalau katak-katak ini bunuh diri?” Randal Patisamba meragukan ucapanku. Dahinya berkerut. Dia sudah seperti petugas otopsi yang menduga bahwa setiap mayat dengan luka memar, usus terburai, adalah buah kejahatan. “Empat ratus mayat katak dalam jarak lima kilometer itu tidak masuk akal. Artinya, setiap dua belas koma lima meter, ada satu mayat katak yang kita temukan,” tambah Randal sambil bersungut-sungut.
“Jadi, apa kamu ingin bilang kalau ada orang, psikopat yang tidak puas pada satu sesi pembedahan katak di pelajaran Biologi yang melakukan ini semua?” Dengan enggan kuingat sesi paling menjijikkan dalam sej…

Puisi Pringadi Abdi Surya, diterjemahkan oleh John H. McGlynn

The Last Rain in Memory

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
for leaves have only just begun to grow
after the curse of a century of drought
for my failure as a man to turn stones
into gold

an elderly alchemist named khidir
who disappeared into eternity
left a message for me:

even one drop of the bitter rain that fell that evening
is capable of becoming a new world

no one knows, I've even concealed my shadow
in that old and windowless house
and that I'm looking now for other shadows
cast by a woman with reddened lips

upon seeing her, the rain will lessen
and everyone will begin to affirm the feeling of pain

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
and the leaves that are styudying to write down names
don't come to know how your name is spelled

as death or as love

(2014)

John H. McGlynn adalah seorang penerjemah dan editor berkebangsaan Amerika yang telah tinggal di Indonesia sejak 1976.Selain sebagai Ketua Lontar[10], ia jug…