Skip to main content

Dua Curug di Maribaya Resort


Bagi yang senang liburan ke Bandung, nama Maribaya pasti sudah tidak asing lagi. Apalagi, setelah ada Maribaya Lodge, yang foto-fotonya happening banget di Instagram. Bukan cuma Maribaya Lodge, di Maribaya ada berbagai pilihan tempat wisata seperti Taman Hutan Raya dan Maribaya Resort.

Satu hal yang perlu dicatat, kalau mau ke Maribaya jangan lewat Dago. Kalau hari libur, macet sekali. Saya sendiri karena berumah di Cigadung, dan memakai motor, jadi dari Cigadung, ya tinggal ke atas lewat Dago Atas. Nah, sebelum saya pindah ke Jakarta beberapa bulan lalu, saya sempat berkunjung ke Maribaya Resort. Dua kali pula.

Maribaya memiliki air terjun/ curug yang sebenarnya terdiri dari 3 rangkaian. Dua di antaranya yakni Curug Cikawari dan Curug Cigulung ada di Maribaya Resort. Satu lagi bernama Curug Cikoleang. Ada yang bilang 4 dengan memasukkan Curug Omas sebagai Curug Maribaya, padahal bukan.

 


Maribaya berasal dari kata "Mari" yang berarti sehat dan "Baya" yang berarti bahagia. Maribaya juga memiliki legenda.

Dahulu kala, ada seorang petani miskin yang bernama Eyang Raksa Dinata yang mempunyai seorang anak gadis yang cantik jelita bernama Maribaya. Karena sangat cantik, bapaknya khawatir kalau anaknya jadi rebutan bagi para pemuda di daerahnya. Beliau pun mendapatkan ilham dan pamit pergi ke Tangkuban Perahu. Ia bertapa di sana dan dalam tapanya, ia didatangi oleh seorang kakek yang memberikannya dua bokor (pinggan besar bertepi lebar) berisi air. Salah satu bokor tersebut harus dibawa ke arah barat dan satu lagi di bawa ke arah timur.

Air yang ditumpahkan oleh bapaknya itu sekarang dikenal sebagai Situ Lembang. Bapaknya juga meminta kepada Maribaya untuk menumpahkan air dalam bokor tidak jauh dari rumahnya.

Beberapa hari kemudian, keajaiban terjadi. Di tempat Maribaya menumpahkan air, muncul mata air panas yang mengandung belerang. Air panas tersebut berkhasiat mengobati berbagai penyakit. Lalu tempat itu menjadi ramai dikunjungi penduduk sekitar yang mau berendam di kolam air panas itu. Dan mereka melemparkan uang logam ke dalam kolam sebagai imbalan.



Kolam air panas ini diwariskan kepada Maribaya sehingga daerah itu terkenal dan dinamakan Maribaya.


 Tiket masuk Maribaya Resort pun terjangkau. Hanya Rp35.000,- dengan bonus air mineral. Tempat parkirnya luas. Sayangnya, untuk menikmati fasilitas lain seperti pemandian air panas, permainan anak, kita harus membayar lagi. Tapi tetap, harga Rp35.000,- itu pantas untuk pengelolaan dan kenyamanan yang kita dapatkan selama berkunjung ke sini.


Comments

Popular posts from this blog

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila

Puisi Pringadi Abdi Surya, diterjemahkan oleh John H. McGlynn

The Last Rain in Memory

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
for leaves have only just begun to grow
after the curse of a century of drought
for my failure as a man to turn stones
into gold

an elderly alchemist named khidir
who disappeared into eternity
left a message for me:

even one drop of the bitter rain that fell that evening
is capable of becoming a new world

no one knows, I've even concealed my shadow
in that old and windowless house
and that I'm looking now for other shadows
cast by a woman with reddened lips

upon seeing her, the rain will lessen
and everyone will begin to affirm the feeling of pain

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
and the leaves that are styudying to write down names
don't come to know how your name is spelled

as death or as love

(2014)

John H. McGlynn adalah seorang penerjemah dan editor berkebangsaan Amerika yang telah tinggal di Indonesia sejak 1976.Selain sebagai Ketua Lontar[10], ia jug…