Skip to main content

Ajak Aku "Beternak Penyair", Komunitas Hysteria

Sebuah kabar gembira atau mungkin sedih datang dari Komunitas Hysteria, Semarang yang istiqomah dengan buletin sastranya itu. Dua puisi saya berjudul "Hujan, Sampaikan Padanya" dan "Ramalan Cuaca" termaktub di dalam antologi puisi tahunan itu, Beternak Penyair, bersama 77 penyair lainnya.

Bahagia, tentu, karena ini termasuk pencapaian. Sedih, karena bertanya-tanya apakah sastra kemudian hanya akan dibaca sesama pelaku sastra? Apakah sastra, yang sudah dikodifikasi, dapat berpengaruh kepada masyarakat atau malah terkubur sepi, menjadi kertas lusuh di sebuah perpustakaan yang tak pernah disentuh atau hanya sesekali tersentuh oleh seseorang yang tersesat di antara tebalnya debu-debu (perpustakaan)?

Tapi, tetaplah saling mengapresiasi, menjaga ikatan yang sudah ada sambil meluaskan jangkauan ikatan itu.




Comments

berpuisi itu memang asik, bisa ngobrol sama siapa saja, bahkan dg sepi sekalipun. diam juga puisi
Masz Bagoez said…
wow banget deh pokoknyaa...

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila