Skip to main content

Di Peron

Ia berharap sebuah kereta akan kembali
di peron itu. Dan tahun yang terlewat lamat-lamat
bermunculan dari telapak tangannya. Ia
berdiri dan melambai pada kejauhan
yang tidak pernah menampakkan apa pun.
Rel kereta yang berkarat menghilang
di satu titik, pohon-pohon tampak kecil,
dunia pun seperti berbatas.
Ia memegangi dadanya dan terasa ada
yang hilang juga. Ia tidak tahu kepergian
sejatinya adalah sebuah detik di jam dinding itu,
sebuah tanggal di kalender itu yang tidak
pernah mungkin kembali.
Ia berharap, di peron itu, akan ada
seseorang yang lain di kejauhan akan turut
melambai dan menantikan sebuah kedatangan.

Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila