Skip to main content

Ode Untuk Pendosa

Aku butakan matamu dari puisi-puisi yang kusuguhkan. Yang aromanya pun tak mampu kaubaui dengan hidung yang telah kusumbat nafas dosa dosa mustajab. Cuma telingamu saja yang tak tuli. Yang tiap hari kubisikkan mantra-mantra kalam semesta. Kuperdengarkan pula puja puji palsu, jerit pekik wanita dengan desah yang ingin kau raba pastinya. Jangankan bukan! kepalamu hanya bergeleng-geleng nikmati iramanya. diam-diam aku curi pedangmu yang telah tumpul berkarat - tak pernah kau asah. Bila sudah tiba waktumu, biarkan izrail puas mencumbui ruhmu tidak dari kepalamu. Hingga erangan buatmu terkejang mencapai klimaks cinta yang sudah kau dustakan.

Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila