Skip to main content

Tuhan Milik Penyair

Ia mencari suara burung, tapi masih
terperangkap di dalam pagi.
Anak-anak yang tersesat tempo hari
bermukim di balik batu. Ia kasihan
meminjamkan sebuah pelepah kelapa
yang dipatahkan hujan tadi malam.

Tuhan telah mati, Tuhan telah mati

bunyi sebuah igau,
tapi tidak Tuhan milik penyair, pikirnya

Ia mencari suara burung, tapi tak ada
pohon-pohon.Ia pun mengatupkan
tangan, kembali belajar memohon.

Comments

automation said…
mantap gan puisinya, bagus banget deh
puisinya bikin sedih bangett
hardness tester said…
tetap berkarya gannn, semangat

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<