Skip to main content

Karena Kesedihan Tak Pernah Usai




Maka sebuah sapu tangan basah,
Kau melempar kesedihan ke udara.
Seekor burung memangsanya,
mengira ia adalah sebutir biji jagung
milik petani yang gagal tanam.
Aku tak hendak menebak, kemana
ia akan terbang. Sementara langit
betah gabak, sebatang pohon tumbang,
pohon-pohon lain banyak ditebang.
Karena kesedihan tak pernah usai,
air mata meluap, membanjir, mencapai
betis kaki. Kau berenang ke tepi
takut hanyut kemudian dilupakan.
Maka, sebuah sapu tangan basah
menjadi milik matahari yang masih
malu-malu mengatakan
aku cinta padamu;

Seekor burung dan air mata
adalah kita.

Comments

sg said…
lebih indah mana, airmata di waktu siang, sore atau malam?

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

And The Moon And The Stars And The World, Charles Bukowski

Long walks at night--
that's what good for the soul:
peeking into windows
watching tired housewives
trying to fight off
their beer-maddened husbands.




Dan Bulan dan Bintang dan Dunia
karya Charles Bukowski

Perjalanan panjang di malam hari--
sungguh baik buat jiwa:
melongok melalui jendela
menyaksikan ibu rumah tangga kelelahan
mencoba menyingkirkan
suami-suami yang mabuk dan gila