Skip to main content

Karena Kesedihan Tak Pernah Usai




Maka sebuah sapu tangan basah,
Kau melempar kesedihan ke udara.
Seekor burung memangsanya,
mengira ia adalah sebutir biji jagung
milik petani yang gagal tanam.
Aku tak hendak menebak, kemana
ia akan terbang. Sementara langit
betah gabak, sebatang pohon tumbang,
pohon-pohon lain banyak ditebang.
Karena kesedihan tak pernah usai,
air mata meluap, membanjir, mencapai
betis kaki. Kau berenang ke tepi
takut hanyut kemudian dilupakan.
Maka, sebuah sapu tangan basah
menjadi milik matahari yang masih
malu-malu mengatakan
aku cinta padamu;

Seekor burung dan air mata
adalah kita.

Comments

sg said…
lebih indah mana, airmata di waktu siang, sore atau malam?

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<