Skip to main content

Hujan Terakhir dalam Ingatan

Aku sebenarnya tak pernah rela, membiarkan tubuhmu
dipeluk musim kemarau. Debu-debu beterbangan
bermimpi menjadi burung, mengepakkan sayap, menanti
cahaya lindap. Seringkali aku gagal mendekap bayangan
yang bosan berjalan di belakang. Kupandangi dia, tak
ada balasan: Hidup seperti bertepuk sebelah tangan.

Aini, aku tak ingin terbakar keputusasaan
mengingat hujan terakhir yang kulihat--mungkin
tangismu.

Comments

EnnyLaw said…
wahh keren sekali puisi'a ^_^
kunto said…
jempol... bagus puisinya.
Anonymous said…
puisimu memikat

Popular posts from this blog

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<

Pantai Leppu di Labangka