Skip to main content

Pada Saat Kucingku Wafat

Kemudian, yang kudengar ia telah wafat dengan
mata limaunya yang sendu. Lewat
surat, kututipkan air mataku yang kelewat asin
tercampur ombak selat Sumba. Tidak seharusnya
kematian datang begitu cepat. Padahal
pesawat-pesawat begitu sering terlambat berangkat
dan para kekasih kerap gagal memenuhi janji
menjemput pasangannya dengan gaya rapi,
mengantarkannya ke salon, ke mal--membelanjakan
seluruh isi tabungan. Kucingku bak kekasihku
dan kami berhubungan jarak jauh. Sesekali
kutelepon ia, demi mendengar meongnya yang lucu.
Sekadar merindukan bulu-bulunya yang rontok
di pangkuanku. Kau harus percaya, ia lebih setia
dari banyak manusia yang sering pura-pura lupa
atau tuli ketika Kekasihnya memanggil di lima
waktu. Waktu baginya adalah semangkuk susu
dan tulang-tulang ikan, sisa makanan sang Tuan.

Comments

Popular posts from this blog

Pantai Leppu di Labangka

Terjemahan Bebas dari The Arrow and the Song by Henry Wadsworth Longfellow

Anak Panah dan Lagu Henry Wadsworth Longfellow
aku melepaskan anak panah ke udara ia lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; begitu cepat ia melesat, pandangan mataku tak dapat mengikuti arah lesatannya.
aku menghembuskan lagu ke udara, juga lalu jatuh ke tanah, aku tak tahu di mana; siapa saja yang tatapannya begitu tertarik dan kuat, sehingga dapat mengikuti perjalanan lagu itu?
lama, lama sekali setelah itu, di bawah pohon oak aku menemukan anak panah, belum patah juga sebuah lagu, dari mula hingga selesai aku menemukannya lagi di hati seorang sahabat.
The Arrow and the Song Henry Wadsworth Longfellow
I shot an arrow into the air, It fell to earth, I knew not where; For, so swiftly it flew, the sight<