Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari 2014

Alamat Media dan Teknik Pengiriman Naskah

Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media. Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe, gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga. Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via fileattachment. Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomer rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, NPWP (nomor pokok wajib pajak—bagi yang sudah punya), alamat email, dan nomer hp. Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditulis CERPEN: JUDUL CERPEN . Tulis pengantar singk…

Puisi Pringadi Abdi Surya, diterjemahkan oleh John H. McGlynn

The Last Rain in Memory

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
for leaves have only just begun to grow
after the curse of a century of drought
for my failure as a man to turn stones
into gold

an elderly alchemist named khidir
who disappeared into eternity
left a message for me:

even one drop of the bitter rain that fell that evening
is capable of becoming a new world

no one knows, I've even concealed my shadow
in that old and windowless house
and that I'm looking now for other shadows
cast by a woman with reddened lips

upon seeing her, the rain will lessen
and everyone will begin to affirm the feeling of pain

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
and the leaves that are styudying to write down names
don't come to know how your name is spelled

as death or as love

(2014)

John H. McGlynn adalah seorang penerjemah dan editor berkebangsaan Amerika yang telah tinggal di Indonesia sejak 1976.Selain sebagai Ketua Lontar[10], ia jug…

Pringadi Abdi Surya dalam Negeri Poci 5

Alhamdulillah, puisi saya masuk dalam antologi ini. Beberapa puisi dapat dilihat di http://www.teraslampung.com/2014/06/puisi-puisi-dari-negeri-poci-5-negeri.html

Dari redaksi: Puisi-puisi ini adalah sebagian dari 153 penyair dalam Antologi Puisi Dari Negeri Poci 5: Negeri Langit yang diterbitkan Kosakata Kita bekerja sama dengan Komunitas Radja Ketjil. Pada 20 Juni 2014 akan diluncurkan di Tegal. Diperkirakan 50-an penyair akan hadir pada acara berajuk "Temu Penyair Dari Negeri Poci" tersebut.

SEPANJANG TUBAGUS, SEPEREMPAT ABAD

i.
ia akan berusia seperempat abad, tetapi
belum mengerti caranya mengusir kesepian.

ii.
ia bermimpi menjadi remaja, menelepon dan mengirim sms cinta.
tetapi tiada lagi kekasihnya, tiada lagi perempuan-perempuan
yang lahir dari ujung daun. ia menengok ke seberang jalan,
bangunan-bangunan lebih tinggi dari kesombongan.

kepada siapa ia harus menjadi remaja, pikirnya
tetapi ia lupa, ia telah tak memiliki pikiran.

iii.
ia akan menyalakan tungku. tetap…

Terjemahan Bebas The Road Not Taken By Robert Frost

Jalan yang Tak Ditempuh dua jalan menyimpang di hutan cladrastis kentukeadan sungguh maaf, aku tak bisa menempuh keduanyadan menjadi musafir sendiri, lama aku berdiridan melamun-merenungi sejauh yang aku mampudemi kemana jalan ini berbelok dalam semak-semak;lalu tempuhlah yang lain, biar terasa lebih adil,dan memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih baikkarena begitu serut dan kurang terjamahi;meskipun untuk berjalan terus ke sanasedikit mengusangkan pikiran mereka pada persamaanDan keduanya, secara seimbang membaringkan pagimenginjak daun-daun itu, tanpa meninggalkan jejak, oh, aku mengenang yang pertama untuk suatu saat nanti!Dan belum aku tahu, cara jalan menuntun ke kebenaranaku meragukan bahwa yang telah aku tinggalkan akan kembaliAku harusnya mengatakan semua ini dengan lenguhandi suatu tempat, usia demi usia yang berguguran:Dua jalan menyimpang di sebuah hutan, dan aku--aku telah memilih satu, yang sepertinya sunyi,dan di situlah aku telah membuat suatu perbedaan.

Palasik, (Berita Kota Kendari 7 Juni 2014)

Ketika orang-orang tengah meributkan partikel Tuhan dan tanpa sadar melupakan bahwa Boston-Higgs bukan satu orang (aku jadi kasihan pada orang India itu) sementara sebagian yang lain asik mendebat tentangGrand Designmilik Stephen Hawking (dan aku kerap keliru menyebutnya Stephen King), Zane malah berkata tak ingin membawa Hanna keluar rumah karena takut palasik. Padahal besok 1 Syawal. Idul Fitri. Dan ia lulusan Fisika ITB dengan IPK di atas tiga.
            "Apa hubungannya lulusan Fisika ITB dengan 1 Syawal?" Ia berbalik tanya, mengerutkan dahi, tak terima. "Kenapa tak sekalian Ayah bilang saja, ijazah cap gajahku itu tak ada gunanya karena aku hanya menjadi ibu rumah tangga?" Ah, aku benci jika ia mulai mengungkit-ungkit hal ini.    "Bukan, Sayang. Ayah cuma menyarankan Mama untuk ikut shalat besok. Sayang 'kan, setahun sekali lho..."             "Lalu Hanna bagaimana?"             "Dia tidak bisa ikut?"             "Pala…

Haruki Murakami: Hari yang Sempurna untuk Kangguru

Cerpen Haruki Murakami (Koran Tempo, 9 Juni 2013)

ADA empat ekor kangguru di kandang—satu jantan, dua betina, dan satu ekor lagi adalah bayi kangguru yang baru lahir.

Aku dan pacarku berdiri di depan kandang kangguru. Kebun binatang ini tidak terlalu populer di pagi hari Senin seperti ini, jumlah binatangnya melebihi jumlah pengunjung. Tidak ada yang menarik di kebun binatang ini.

Hal yang menarik kami mendatangi kebun binatang ini adalah seekor bayi kangguru. Maksudku, apa lagi coba yang bisa dilihat di kebun binatang ini?

Sebulan sebelumnya, di sebuah rubrik di sebuah koran lokal, kami tak sengaja membaca sebuah pemberitahuan tentang lahirnya seekor bayi kangguru, dan sejak saat itulah kami sudah menunggu-nunggu sebuah pagi yang sempurna untuk mengunjungi bayi kangguru tersebut. Namun bagaimana pun juga, hari yang tepat tidak juga datang. Suatu pagi, turun hujan deras, dan kami cukup yakin hujan bakal turun lagi di hari-hari berikutnya, dan angin pun berembus-embus kencang…

Catatan Hati: Fiksi

Segala hal yang tak dapat kulakukan di kenyataan, dapat kurengkuh di dalam fiksi, termasuk memilikimu.

Aku tidak tahu apakah fiksi adalah sebuah tempat pelarian terbaik bagi perasaan. Segala hal yang tidak dapat dikatakan, tidak patut dan pantas diucapkan, bisa dituangkan di dalam fiksi.

Kadang-kadang aku bingung sendiri, hidupku yang nyata itu adalah seseorang yang mengetik ini atau seseorang yang sedang kuketikkan. Aku pun jadi takut sendiri bila suatu saat tiba-tiba aku terjebak di dalam fiksiku, atau itu sudah pernah terjadi.

Ya, itu pernah terjadi, dan menjadi masalah besar. Ketika aku melampaui batas antara imajinasi dan kenyataan itu, penyesalanlah yang kudapatkan.

Maka sebaiknya aku tetap berada di balik pena, memandangi layar putih yang meminta ditulisi.
Maka sebaiknya aku tetap berhati-hati, bahkan pada fiksiku sendiri.

(Kamar Gelapa, 2014)

Alienasi

“Bagaimana rasanya punya pacar alien?”
Pertanyaan itu disusul dengan sejumlah pertanyaan lain yang berdengung seperti lebah. Kilatan lampu dari kamera DSLR milik para pemburu berita menimpa wajah Teruna tanpa belas kasihan. Ia ingin menjawab seperti artis D yang baru saja terpilih menjadi anggota legislatif, tetapi apa gunanya sebuah konferensi pers bila ia tidak memberikan satu pun jawaban memuaskan. Keadaan seperti ini bukanlah hal baru bagi Teruna. Hanya saja, biasanya Teruna berada di posisi penanya. Pekerjaannya sebagai wartawan sebuah majalah baru-baru ini juga membuatnya bertemu Kim Hyun Soo. Alih-alih bertanya yang serius, terpesona pada kulitnya yang secerah buah pir, Teruna malah bertanya, “Apakah kamu benar-benar seorang alien?” Teruna tidak tertarik membicarakan penjiplakan drama itu. Wartawan lain meributkannya. Tidak mungkin Kim Hyun Soo dibandingkan dengan Morgen. Kejantanannya berbeda. Teruna hanya berharap, SBS akan menuntut televisi yang menyiarkan sinetron tersebut unt…