Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari 2013

Beruang Gizli dari Turki

Beruang Gizli dari Turki
Saya percaya, tak ada beruang kutub di Turki. Kecuali ada pihak yang menciptakan habitat artifisial dengan pengaturan suhu dan segalanya yang sesuai sehingga mampu meyakinkan sang beruang untuk beradaptasi atau setidaknya mengira itu memang habitat aslinya. Jika tidak, sang beruang bisa mati dalam waktu cepat.
Sebuah judul cerpen kompas minggu lalu memang menarik. Gizli. Saya pikir itu salah satu spesies beruang. Namun, ternyata ia adalah sebuah kata dalam bahasa Turki, yang berarti tersembunyi.
Tercatat, dua minggu berturut-turut Kompas membuat saya kecewa. Saya kecewa sebagai pembaca karena disajikan cerpen-cerpen yang tidak layak muat, dengan alasan apa pun. Pada itu, saya berpikir, seharusnya sang redaktur bunuh diri saja, malu. Kompas setidaknya pernah menjadi kiblat atau barometer pemuatan karya sastra. Dengan banyaknya kritik yang mengalir, terutama sejak dipegang redaktur yang sekarang, ada baiknya Kompas membeli cermin untuk melihat diri sendiri dan m…

angin

setelah ini, tak akan ada lagi yang bersedia
membawa cahaya turun dari atas bukit

kaki angin baru saja dipatahkan
saat gagal menginjak pucuk-pucuk cemara

daun-daun yang kehilangan arti
jatuh begitu saja, menjadi batu atau besi
tak sanggup berdamai dengan gravitasi;

dalam suratmu yang terlambat sampai itu
aku memahami kerinduan melihat layang-layang
ingin merdeka dari ikatan benang

menunggu evolusi, dan langit jadi lautan
kau adalah ikan yang berenang di dalam kolam

aku tetap terasing dan selalu gagal berteriak
menanti siapa saja yang rela menjemputku

tanpa kendara, tanpa...

[2013]

Gerimis Terakhir dalam Ingatan

aku akan sisakan gerimis ini, untukmu

sampai tiba waktu bertemu, dan daun-daun
yang baru mulai bertumbuh
setelah seabad kemarau itu mengutukiku
sebagai lelaki yang gagal mengubah batu
menjadi emas

seorang alkemis tua bernama khidir
yang menghilang dalam keabadian
telah meninggalkanku pesan

satu rintik gerimis paling pahit sore ini
akan menjadi sebuah bola dunia baru

tak ada yang tahu; bayanganku pun kusekap
dalam rumah tua tak berjendela itu
dan aku mencari bayang-bayang lain
milik seorang perempuan yang bibirnya sendu

memandanginya, gerimis akan turun lebih sedikit

dan setiap orang mulai mengekalkan rasa sakit


aku masih akan sisakan gerimis ini, untukmu

sampai tiba waktu bersua, dan daun-daun
yang mulai belajar menuliskan nama
tidak kunjung tahu bagaimana namamu dieja

...sebagai kematian atau cinta

[2013]

PNS Pun Bisa Cabul

Kutipan-Kutipan Menarik dari Berbagai Komik

One Piece :

Dr. Hiluluk
Kapan seseorang akan mati?? Saat dia terkena tembakan?? TIDAK!!.. Saat dia terkena penyakit mematikan?? TIDAK!!,.. Saat dia meminum sup dari jamur beracun? JUGA TIDAK..
Seseorang akan mati apabila dia telah dilupakan..”

Marshall D. Teach
>> “Impian Manusia tidak akan pernah berakhir”

Shank
>> “Tidak apa jika aku dipukul oleh botol sake, atau dipermainkan oleh kalian.. Itu semua bukan masalah, tpi apapun alasannya,, Aku tidak akan pernah memaafkan seseorang yg telah menyakiti sahabatku”

Sanji
>> “Walaupun harus melanggar perintah kapten, aku tidak akan pernah memukul seorang wanita”
>> “Adalah tugas seorang pria untuk memaafkan kebohongan wanita”

Shirohige
>> “Manusia lemah katamu??.. Aku ini hanyalah manusia dengan satu jantung..”
>> “Meski disebut Monster ataupun setan, aku tidak bisa menjadi manusia terkuat selamanya.. Asal bisa menyambungkan satu saja nyawa anak muda di masa depan,, aku mundur setelah itu juga boleh …

#TreasuryWriterFestival 2013: Idealisme dan Antusiasme dalam Satu Tas

Bukan Galaxy Tab 3 yang menjadi hal paling indah, tapi pengalaman bertemu dengan otak dan watak yang berbeda-beda dari ke-14 peserta yang lainlah yang menjadi anugerah.


Pada mulanya, aku pikir, semua yang terangkut ke Imah Seniman, Lembang itu adalah orang-orang gila. Bayangkan saja, status PNS kerap diidentikkan dengan kematian kreativitas. Rutinitas sangat diduga dapat membunuh otak seseorang. Di FO Pencairan Dana, setiap hari akan berhadapan dengan SPM, aplikasi dan petugas satker. Di seksi-seksi lain pun tak jauh berbeda, menjadi pegawai KPPN dituntut menjadi robot. Hanya orang gilalah, yang bisa tetap menjadi manusia di sela hal itu. Mereka yang berpikir, tetap harus ada jeda untuk berbicara pada hati, peduli pada lingkungan, dan mengambil udara terbaik untuk merenungkan hidup, dapat mempertahankan cahaya di matanya.

Ternyata aku benar. Lima belas peserta itu adalah orang-orang gila. Uniknya, tidak ada yang sama di antara kami. Sejak mula bertemu, berkenalan, sampai mempresentasi…

10 Besar SPE Award: Kepada Fariishta

Kepada Fariishta
i
berdirilah, di tengah-tengah kerumunan itu, aku akan menulis maret 2012 sebagai cara mengingat hari selamat bakda bandung lautan api
siapa tahu, kita akan bertemu di cuaca yang menelantarkan cinta dan berjalan, meski berdesakan di antara ribuan orang yang bicarakan maut
lalu sepi, sambil belajar menerjemahkan bahasa lumut tumbuhan perintis di pintu besi, dengan karat-karat-korosi
aku akan sangat gagal bila harus menjadi guru hidup hatiku yang penuh tambal bisa jadi bunga kuncup selamanya
memandangimu saja, mengawasimu saja dari lantai empat puluh, gedung pencakar tuhan kau bebas memilih terus berdiri, duduk atau teruskan pencarian
setiap langkah adalah tamasya, mengunjungi lagi masa lalu, menjelajahi dada ibu: sebuah pintu lain ke surga. sebuah cara lain ke bahagia
lalu menangislah, di bibir pantai. kau akan mulai belajar, menggarami lautan dengan air mata;

#TreasuryWriterFestival2013: Perjalanan Selamanya

Tulisan ini adalah tugas pertama dalam rangkaian acara Treasury Writer Festival 2013, untuk menulis hal-hal yang dipikirkan selama 6 jam perjalanan dan kemacetan dari Jakarta menuju Imah Seniman, Lembang


Perjalanan Selamanya
Sering kubayangkan, setiap kali aku melakukan perjalanan, itu adalah perjalanan terakhir yang mungkin kualami. Maka, sebandel-bandelnya aku dalam berketuhanan, doa perjalanan adalah salah satu doa yang tidak pernah lupa aku ucapkan selain doa makan dan doa sebelum tidur. Sebab, mati dalam keadaan sedang makan, sedang tidur, dan sedang berada di dalam kendaraan adalah cara mati yang paling tidak elit. Seorang lelaki sejati seharusnya mati di medan perang, terkena peluru atau tertebas pedang. Itu yang juga menjadi harapan Kolonel Aureliano Buendia dalam Seratus Tahun Kesunyian karya Gabriel Garcia Marquez yang malah mati di masa tuanya setelah ratusan perang yang ia lalui. Pun kenyataan yang harus diterima Umar bin Khattab, sang singa padang pasir, yang malah mati dal…