Langsung ke konten utama

Lomba Menulis Cerpen Banten



Lomba itu sendiri didisain secara serius, hal itu dibuktikan 
salah satunya dengan menghadirkan dewan juri yang kompeten 
di bidangnya, yakni, Iwan Gunadi (kritikus sastra), 
Zen Hae (Cerpenis) dan Yanusa Nugroho (Cerpenis).

Berikut syarat lomba dan hadiah bagi para pemenang:

Syarat:
1.        Peserta adalah WNI;
2.        Usia peserta dibatasi antara 17—35 tahun dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk(KTP);
3.        Tema: Banten, Suatu Ketika;
4.        Naskah cerpen yang diikutsertakan dalam lomba ini berlatar (setting) Banten;
5.        Panjang naskah cerpen antara 10.000—15.000 karakter atau sekitar 5—8 halaman A4;
6.        Naskah cerpen ditik menggunakan huruf Times New Roman, 12 pt, spasi 1.5, margin 3, 3, 3, 3, ukuran kertas A4, dalam format (.rtf);
7.        Naskah cerpen merupakan karya sendiri, bukan saduran, terjemahan, atau plagiat;
8.        Naskah cerpen belum pernah dipublikasikan di media massa cetak dan/atau elektronik, dan tidak sedang diikutkan dalam lomba/sayembara lain;
9.        Biodata dalam bentuk narasi dilampirkan pada halaman terakhir naskah, dan tidak lebih dari satu halaman;
10.    Lampirkan hasil scan Kartu Tanda Penduduk (KTP);
11.    Peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 2 (dua) naskah cerpen;
12.    Naskah cerpen dikirim paling lambat pada tanggal 31 Oktober 2012, pukul 24.00 WIB; 
13.    Naskah cerpen dikirim (attach files, bukan di body e-mail) ke alamat e-mail: lombacerpen_bmc2012@yahoo.com;
14.    Naskah cerpen yang dikirim menjadi milik panitia, dengan hak cipta tetap pada penulis;
15.    Naskah cerpen yang tidak sesuai dengan persyaratan tidak akan disertakan dalam proses penjurian;
16.    Dewan juri akan memilih 15 naskah terbaik (juara I, II, III, dan 12 nomine) yang akan dibukukan dalam antologi cerpen pemenang;
17.    Dewan juri terdiri dari; Iwan Gunadi, Zen Hae dan Yanusa Nugroho
18.    Pemenang(nominator) diumumkan pada tanggal 1 Desember 2012, di www.bantenmuda.com
19.    Penyerahan hadiah kepada para pemenang pada tanggal 15 Desember 2012.
20.    Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.

Hadiah Bagi Pemenang
·      Juara I mendapatkan uang tunai Rp 2.500.000,- + Tropi + Sertifikat + 5 eksemplar buku antologi cerpen pemenang + Langganan Banten Muda Magazine selama 6 edisi;
·      Juara II mendapatkan uang tunai Rp 2.000.000,- + Sertifikat + 5 eksemplar buku antologi cerpen pemenang + Langganan Banten Muda Magazine selama 6 edisi;
·      Juara III mendapatkan uang tunai Rp 1.500.000,- + Sertifikat + 5 eksemplar buku antologi cerpen pemenang + Langganan Banten Muda Magazine selama 6 edisi;
·      12 nominie mendapatkan Sertifikat + 5 eksemplar buku antologi cerpen pemenang + Langganan Banten Muda Magazine selama 6 edisi.

Narahubung
085692308230 (Nugraha Umur Kayu) 085697088396 (Niduparas Erlang), 081906287503(Mahdiduri)

Komentar

jaka mengatakan…
makasih mas infonya dan salam sukses
tejo mengatakan…
mantap gan infonya dan sangat menarik
sarmin mengatakan…
terimakasih bos infonya dan semoga bermanfaat

Pos populer dari blog ini

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Terjemahan Bebas The Road Not Taken By Robert Frost

Jalan yang Tak Ditempuh dua jalan menyimpang di hutan cladrastis kentukeadan sungguh maaf, aku tak bisa menempuh keduanyadan menjadi musafir sendiri, lama aku berdiridan melamun-merenungi sejauh yang aku mampudemi kemana jalan ini berbelok dalam semak-semak;lalu tempuhlah yang lain, biar terasa lebih adil,dan memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih baikkarena begitu serut dan kurang terjamahi;meskipun untuk berjalan terus ke sanasedikit mengusangkan pikiran mereka pada persamaanDan keduanya, secara seimbang membaringkan pagimenginjak daun-daun itu, tanpa meninggalkan jejak, oh, aku mengenang yang pertama untuk suatu saat nanti!Dan belum aku tahu, cara jalan menuntun ke kebenaranaku meragukan bahwa yang telah aku tinggalkan akan kembaliAku harusnya mengatakan semua ini dengan lenguhandi suatu tempat, usia demi usia yang berguguran:Dua jalan menyimpang di sebuah hutan, dan aku--aku telah memilih satu, yang sepertinya sunyi,dan di situlah aku telah membuat suatu perbedaan.

Sajak-Sajak Pringadi Abdi Surya di Kompas.com 27 Maret 2011

Daun Jendela

Ia berharap ada yang membukanya setiap pagi
dan seekor burung gereja yang tersesat
bertengger ramah di punggungnya. Engselnya
yang berkarat masih begitu kuat menahan
ketukan-ketukan angin di tiap malam sebelumnya.
Dulu, ada kutilang yang berkandang di dekatnya.
Kutilang yang sering bernyanyi dan belum belajar
cara membuang kotoran. Ternyata, nyanyian
kutilang pun tak sanggup menahan kematian.

Ia tahu, di luar sana, udara semakin berat.
Dan mahahebat Tuhan yang menjinjing matahari.
Sesekali, ia melirik ke dalam kamar, dan
membuang suar lampu yang belum dipadamkan.
Seorang laki-laki tengah mendengkur
dan beradu sakti dengan jam waker.



Ceritanya tentang Jambu Bangkok

Pohon jambu bangkok di pekarangan rumahnya sedang musim-musimnya. Ada yang masih pentil, berwarna hijau tua. Ada juga yang sudah dibungkus kantung kresek, kira-kira seukuran bola tenis. Ia tahu, tiap saat ia harus berjaga dari ulat dan segerombolan anak yang lewat saat pulang sekolah. Ia bersembunyi …