19 Desember 2011

Tuhan Milik Penyair

Ia mencari suara burung, tapi masih
terperangkap di dalam pagi.
Anak-anak yang tersesat tempo hari
bermukim di balik batu. Ia kasihan
meminjamkan sebuah pelepah kelapa
yang dipatahkan hujan tadi malam.

Tuhan telah mati, Tuhan telah mati

bunyi sebuah igau,
tapi tidak Tuhan milik penyair, pikirnya

Ia mencari suara burung, tapi tak ada
pohon-pohon.Ia pun mengatupkan
tangan, kembali belajar memohon.

3 komentar:

automation mengatakan...

mantap gan puisinya, bagus banget deh

timbangan digital mengatakan...

puisinya bikin sedih bangett

hardness tester mengatakan...

tetap berkarya gannn, semangat


Masukkan Code ini K1-9EF52D-8
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Search Engine Optimization and SEO Tools
Poetry Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs Submit url

Search Engine Optimization SEO


View My Stats Arts blogs