Langsung ke konten utama

Mengapa Ayam Menyeberang Jalan?

Ketika orang-orang terkenal ini ditanyai pendapat mereka "mengapa ayam menyeberang jalan???", mereka menjawab:

Aristoteles:
Karena itu adalah sifat alami mereka...

Sigmund Freud:
Rasa penasaran Anda tentang "mengapa ayam menyeberang jalan???" adalah bukti bahwa Anda mengalami disorientasi seksual yang berlebihan terhadap ayam tersebut...

Albert Einstein:
Apakah ayam itu yang bergerak menyeberangi jalan atau jalan itu yang bergerak di bawah ayam yang diam??? Itu semua tergantung pandangan Anda...

Johann Cruijff:
Itu logis...

Martin Luther King Jr.:
Aku memiliki impian tentang sebuah dunia di mana ayam-ayam dapat menyeberang jalan sesuka hati tanpa harus dipertanyakan kenapa...

George W. Bush:
Ini bukan masalah ayam-ayam itu menyeberang jalan atau apa! Ini masalah apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak! Tidak ada pihak netral di sini!

Roy Marten:
Namanya juga ayam... Pasti bisa khilaf... (sambil sesenggukan)

Ahmad Dhani:
Selama ayam-ayam itu mendukung suami berpoligami, ya kayaknya nggak masalah...

Maia Estianty:
Emang gue pikirin?!?!?!

Ariel 'Peterpan':
Untuk menghapus jejakmu...

Julia Perez:
Ngapain ayamnya nyebrang???
Ya pasti karena yang jantan ada di seberang!
Masa' si betina sendirian terus?!?!?!
'Kan nggak asik kalo pake alat bantu terus...

Desi Ratnasari:
No comment!!!

Adolf Hitler:
Jika ayam itu Yahudi, bunuh saja!!!

Mahmoud Ahmadinejad:
Ayam-ayam itu harus mendapatkan kebebasan menyeberang jalan tanpa harus ada tekanan dari Amerika Serikat dan Israel beserta sekutu-sekutunya!!!

Barack Obama:
Ayam-ayam itu memerlukan perubahan!
CHANGE! CHANGE! CHANGE!

Roy Suryo:
Berdasarkan analisa metadata yang Saya uji terhadap gambar ayam-ayam yang sedang menyeberang jalan, dapat Saya pastikan 100% bahwa gambar ini bhenar-bhenar ayam... bla.. bla.. bla.. (dengan bahasa yang ribet dan mata yang jelalatan)

Soeharto:
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk! Atau ndak, dikebumiken saja!

Harmoko:
Berdasarkan petunjuk dari Bapak Presiden...

Megawati Soekarnoputri:
Itu pasti ayam wong cilik... Ayamnya jalan kaki, toh?!

Gus Dur:
Ngapain tanya Saya??? Ya tanya ayamnya, donk!
Gitu aja kok repot?!

Susilo Bambang Yudhoyono:
Tentu saja Pemerintah memfasilitasi ayam-ayam itu agar dapat menyeberang jalan dengan sebaik-baiknya.. bla.. bla.. bla.. (5 detik kemudian, penonton terlelap)

Komentar

Anonim mengatakan…
Foke:
Serahkan pada ahlinya.

Pos populer dari blog ini

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Terjemahan Bebas The Road Not Taken By Robert Frost

Jalan yang Tak Ditempuh dua jalan menyimpang di hutan cladrastis kentukeadan sungguh maaf, aku tak bisa menempuh keduanyadan menjadi musafir sendiri, lama aku berdiridan melamun-merenungi sejauh yang aku mampudemi kemana jalan ini berbelok dalam semak-semak;lalu tempuhlah yang lain, biar terasa lebih adil,dan memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih baikkarena begitu serut dan kurang terjamahi;meskipun untuk berjalan terus ke sanasedikit mengusangkan pikiran mereka pada persamaanDan keduanya, secara seimbang membaringkan pagimenginjak daun-daun itu, tanpa meninggalkan jejak, oh, aku mengenang yang pertama untuk suatu saat nanti!Dan belum aku tahu, cara jalan menuntun ke kebenaranaku meragukan bahwa yang telah aku tinggalkan akan kembaliAku harusnya mengatakan semua ini dengan lenguhandi suatu tempat, usia demi usia yang berguguran:Dua jalan menyimpang di sebuah hutan, dan aku--aku telah memilih satu, yang sepertinya sunyi,dan di situlah aku telah membuat suatu perbedaan.

Sajak-Sajak Pringadi Abdi Surya di Kompas.com 27 Maret 2011

Daun Jendela

Ia berharap ada yang membukanya setiap pagi
dan seekor burung gereja yang tersesat
bertengger ramah di punggungnya. Engselnya
yang berkarat masih begitu kuat menahan
ketukan-ketukan angin di tiap malam sebelumnya.
Dulu, ada kutilang yang berkandang di dekatnya.
Kutilang yang sering bernyanyi dan belum belajar
cara membuang kotoran. Ternyata, nyanyian
kutilang pun tak sanggup menahan kematian.

Ia tahu, di luar sana, udara semakin berat.
Dan mahahebat Tuhan yang menjinjing matahari.
Sesekali, ia melirik ke dalam kamar, dan
membuang suar lampu yang belum dipadamkan.
Seorang laki-laki tengah mendengkur
dan beradu sakti dengan jam waker.



Ceritanya tentang Jambu Bangkok

Pohon jambu bangkok di pekarangan rumahnya sedang musim-musimnya. Ada yang masih pentil, berwarna hijau tua. Ada juga yang sudah dibungkus kantung kresek, kira-kira seukuran bola tenis. Ia tahu, tiap saat ia harus berjaga dari ulat dan segerombolan anak yang lewat saat pulang sekolah. Ia bersembunyi …