Langsung ke konten utama

Kanna dan Tujuh Kepiting dalam Toples

dalam toples lebaran jadi tujuh kepiting kue-kue kering
dilempar ke mulut anjing apa itu yang bersembunyi di
salammu o wahai kekasih juling mata aku pulau pecah
ditelan gurih selaksa kelanting bulan-bulan terpelanting
gravitasi malam pasang surut air laut o tujuh kepiting
malang yang rindu pasir-pasir pesisir ke mana hendak
dirimu berpaling sebab toples ini hanya serupa caping
para petani yang memendam dendam pada rendam musim
palsu pipit dan ular o sembah raja belalang aku tulang
pulang ke persendian di balik keriput kulit pembuluh besar
bilik dan serambi malam dalam toples dalam toples aku
kepiting anjing di pulau pucah rajah tuan penyair.

*
Kanna ingin jadi kepiting. Kepiting goreng. Kepiting rebus.
Mama sedang menggoreng kepiting di dapur. Matanya bau
Kapur. Bibirnya berasap sepur. Kanna setengah bertanya
Ke mana papa pergi, sudah jam sebelas malam kini, dia
Belum jua mengetuk pintu dari tulang-tulang pendosa itu?
Sebab papa suka berjalan miring, Kanna ingin jadi kepiting.
Mama sering menganggap Kanna anak yang sinting. Dia
Dikurung dalam lemari baju, dengan gunting-gunting rambut
Dan jepit malam minggu. Jepit kaki, tangan, rantai besi para
Pentradisi. Tetapi Kanna meyakini, papanya orang agung
Datang dari negeri bedegung. Kulit papa tidak hitam. Kulit
Papa merah seperti kepiting. Tangannya pun jadi capit, dari
Kelingking sampai telunjuk, dibentuk pose menyeruduk.

Mama menangis mendengar Kanna ingin jadi kepiting. Kata
Mama, kepiting itu binatang anjing. Kepiting itu binatang babi.
Kepiting itu binatang jalang. Aku bukan Chairil, Mama. Besok
Aku mau mati saja daripada harus hidup seribu tahun lagi
Sebagai manusia. Sebab hanya satu cita-citaku, Mama:


Kanna mau jadi kepiting. Boleh kan, Ma?

Komentar

Pos populer dari blog ini

70 Kata-Kata Sok Bijak Mereka

1. Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles)

2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher)

4. Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan. (Goethe)

6. Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7. Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur. (Richard Wheeler)

8. Bila Anda ing…

Terjemahan Bebas The Road Not Taken By Robert Frost

Jalan yang Tak Ditempuh dua jalan menyimpang di hutan cladrastis kentukeadan sungguh maaf, aku tak bisa menempuh keduanyadan menjadi musafir sendiri, lama aku berdiridan melamun-merenungi sejauh yang aku mampudemi kemana jalan ini berbelok dalam semak-semak;lalu tempuhlah yang lain, biar terasa lebih adil,dan memiliki kemungkinan untuk menjadi lebih baikkarena begitu serut dan kurang terjamahi;meskipun untuk berjalan terus ke sanasedikit mengusangkan pikiran mereka pada persamaanDan keduanya, secara seimbang membaringkan pagimenginjak daun-daun itu, tanpa meninggalkan jejak, oh, aku mengenang yang pertama untuk suatu saat nanti!Dan belum aku tahu, cara jalan menuntun ke kebenaranaku meragukan bahwa yang telah aku tinggalkan akan kembaliAku harusnya mengatakan semua ini dengan lenguhandi suatu tempat, usia demi usia yang berguguran:Dua jalan menyimpang di sebuah hutan, dan aku--aku telah memilih satu, yang sepertinya sunyi,dan di situlah aku telah membuat suatu perbedaan.

Sajak-Sajak Pringadi Abdi Surya di Kompas.com 27 Maret 2011

Daun Jendela

Ia berharap ada yang membukanya setiap pagi
dan seekor burung gereja yang tersesat
bertengger ramah di punggungnya. Engselnya
yang berkarat masih begitu kuat menahan
ketukan-ketukan angin di tiap malam sebelumnya.
Dulu, ada kutilang yang berkandang di dekatnya.
Kutilang yang sering bernyanyi dan belum belajar
cara membuang kotoran. Ternyata, nyanyian
kutilang pun tak sanggup menahan kematian.

Ia tahu, di luar sana, udara semakin berat.
Dan mahahebat Tuhan yang menjinjing matahari.
Sesekali, ia melirik ke dalam kamar, dan
membuang suar lampu yang belum dipadamkan.
Seorang laki-laki tengah mendengkur
dan beradu sakti dengan jam waker.



Ceritanya tentang Jambu Bangkok

Pohon jambu bangkok di pekarangan rumahnya sedang musim-musimnya. Ada yang masih pentil, berwarna hijau tua. Ada juga yang sudah dibungkus kantung kresek, kira-kira seukuran bola tenis. Ia tahu, tiap saat ia harus berjaga dari ulat dan segerombolan anak yang lewat saat pulang sekolah. Ia bersembunyi …