Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

Sajak Februari

di bibirku, februari masih kota yang raib tiba-tiba. gedung-gedung yang dulu menjulang tinggi
menyimpan rahasia dari kamar-kamar kosong yang bau, tiang-tiang listrik, monumen-monumen
dan obelisk emas di tengah taman itu. seperti seorang gadis yang duduk menunggu sampai
daun-daun berbisik membicarakan rindu dari matanya yang syahdu sebelum hilang ditelan malam.

di bibirku, februari masih surat yang terbang dibawa angin. belum sempat kutuliskan kata cinta
dan kata-kata lain yang sempat tersangkut di ban sepeda saat kita kebut-kebutan di masa kecil.

di bibirku, februari masih kamu. duduk di kursi roda sambil membayangkan cinta adalah cokelat
dan puisi lain yang diam-diam kusembunyikan di bibirku yang lain

bibir yang rindu pada peluk kemarau dan nyanyian burung kutilang itu.

Seolah-olah Puisi

# Two hands working can do more than a thousand clasped in prayer. – Anonymous
(dua tangan yg bekerja bs mlakukan lbh bnyk dr pada seribu tangan berdoa)

# You’re basically killing each other to see who’s got the better imaginary friend.-Richard Jeni
(km pada dasarnya saling membunuh satu sama lain untuk mnunjukan siapa diantara kalian yg memiliki teman imajinatif yg lbh baik.)

# The fact that a believer is happier than a skeptic is no more to the point than the fact that a drunken man is happier than a sober one. The happiness of credulity is a cheap and dangerous quality. – George Bernard Shaw
(fakta bahwa org yg beriman lbh bahagia dbanding org yg tidak, tdk lebih dr pada fakta org mabuk lbh bahagia dr pada org yg sadar. kbahagiaannya berkualitas murahan dan berbahaya.)

# Faith means not wanting to know what is true. – Friedrich Nietzsche
( kepercayaan berarti tidak berkeinginan untuk mngetahui KEBENARAN)

# I believe in God, only I spell it Nature. – Frank Lloyd Wright
(aku percaya tuhan, ha…

Curcol: Aku Ingin Mencurahkan Beberapa Hal Saja

1

aku akan muncul di koran, seakan
bintang masa depan yang dielu-elukan

padahal aku ingin memegang senjata,
mengusir penjajah, menurunkan kuasa
pemerintah yang sudah tak benar usahanya
seperti mahasiswa yang barapi-api
diculik, ditembak mati, dan hilang nama

sehingga aku tetap akan muncul di koran
sebagai salah satu korban tragedi '98

2

tapi selempang itu disarungkan menyilang ke kiri
padahal selangkah ke kiri lagi, aku akan jadi
lupa diri. lupa jati. lupa pada susi. pada santi.
yang namanya lebih dikenang dari aku.

3

aku tak paham tentang sungai musi
selain betapa kuning cokelatnya
seperti batang-batang emas yang dicuri
dari timika. dari papua dengan
kerugian yang tak terhingga

4

aku jadi duta bahasa katanya
mewakili provinsi, mewakili harga diri

tetapi aku cuma punya puisi
cuma punya hati yang seakan-akan
ingin dielu-elukan

dengan nama yang ditulis koran-koran
sebagai salah seorang pionir perjuangan

(2009)

Jai Ho Rhapsody

I

sajadah yang lusuh. debu, bekas alkohol

dan spermamu---di sana, di antara bekas sujud

yang alpa di malam-malam buta

atas suara-suara kelelawar yang tak mungkin didengar

dan jangkrik yang tengah bercinta

dengan bantal-bantal kapuk yang apek---

seorang lelaki muda tengah khusyuk

dalam mimpinya:

kran. pispot. bunyi-bunyi kendaraan. bibir. bibir.

bir. gadis-gadis empatbelasan dengan pakaian ketat sekolahan.

pinggul-pinggul ranum. dada-dada kuntum. "Ah, Tuhan,

izinkan aku jadi pembalut. izinkan aku jadi

pembalut."



II

koran. nama-nama yang hilang, dulu, ditemukannya

dalam celana barunya yang bermotif belalai dan sepasang burung

yang tengah bercumbu dengan pohon jambu.

lelaki muda itu tidak bisa memanjat pohon. tidak ingat

caranya memohon. doa-doa yang dulu dihafalnya di luar kepala

memang tak pernah memenuhi kepalanya. "Ah, Tuhan,

koran mana yang memuat doa-doa dan nama-nama

seperti namaMu dulu itu, yang hilang sendiri saat kusadari

ternyata ada nama lain yang lebih menarik

di dalam celanaku?"…

Dimuat di Berita Pagi, 07/02/2010, Tentang Seseorang yang Tiba-Tiba Ingin Jadi Cerpenis

#1

Sudah lima dukun ia datangi tetapi kelima-limanya mengaku pikun setiap ia bertanya bagaimana cara cepat menjadi cerpenis. Tidak, sebenarnya dukun kelima malah tertawa-tawa, mengolok-ngolok sambil memamerkan gigi-giginya yang kuning---tidak pernah digosok. “Oi bujang, ngapo la kau tanyoke hal cak itu. Kau tu la punyo penis. Ngapo masih nak jadi cerpenis? Ia cuma bisa terperangah mendengarkan pertanyaan itu. Ia tidak habis pikir, padahal dukun ini ngakunya lulusan S1 sebuah perguruan tinggi negeri sampai ijazah kelulusannya dibingkai di ruang tamu dengan pigura beremas sepuh. Mungkin biar pelanggannya makin yakin dialah dukun terhebat di negeri ini, satu-satunya dukun bergelar sarjana. Perguruan tinggi negeri pula.

Sakum mulai kehabisan akal. Tinggal seminggu tenggang waktu yang diberikan Maemunah, gadis dari desa tetangga yang dicintainya itu, untuk membuatkannya sebuah cerpen sebagai mahar jika Sakum mau mengawininya. Apalah Maemunah itu, padahal sudah mau diberikan segala yang Sakum…

Sajak Sederhana Tentang Cinta

apa yang mesti dihapus, dari kertas yang masih tinggal
garis-garis, mily? namamu pun mungkin seperti merk
penghapus ini. dan wajahmu yang sempat beberapa kali
ingin kulukis, selalu sembunyi di balik sampul, meneriakkan
simpul-simpul mati dari cinta kita yang platonis, sampai
beberapa garis di kertas-kertas minta dihapus sebelum
semuanya nampak jahat. hendak menjauhkan kau dan
aku yang kerap menahan tangis.

mily, kita seperti lakon kekasih. aku aktor dan kau aktrisnya.
berdua, kita raih grammy, pendatang baru terbaik.
tetapi piala itu adalah tangis yang membatu, menyesak di
dada-dada kau dan aku.

di mana kau, kini? ada tawaran film-film baru, skenario baru
di kertas yang dulu berontak itu?

mily, ajari aku cara menghapusmu. sementara kau pergi
dengan meninggalkan beberapa misteri, tentang bagaimana

mataku pernah mencair di matamu.

IV: Televisi

bagaimana caranya memasuki televisi ini, ibu? selalu
saja kau tanyakan pada aku yang bukan ibumu setiap kali
kau ingat dulu sekali ibumu pernah hidup di dalam televisi.
ibu yang hitam dan putih. ibu yang tak tersenyum meski
sudah terkenal sampai-sampai tetangga selalu
menyebut-nyebut namanya. namanya. namanya.
yang sebenarnya cuma pura-pura. sementara aku
kerap bingung sekali setiap kau merindukan susu
ibumu. setiap kali kau lihat susu ibumu dipampangkan
dengan sangat menantang. aduh, nak, besok saja ya
akan aku ajari caranya
menyusu ayah*.

*salah satu judul cerpen Djennar Maesa Ayu

Variasi Tentang Tema Kehidupan

I: ayunan

sebenarnya apa yang kau ayun di balik
kedua bola matamu. ada jarak yang datang
dan pergi. ada langkah yang sedemikian tergesa
kemudian daun-daun jatuh. daun-daun dari pohon
kamboja. ranting-ranting yang patah. tetapi ayunan lain
dari ban-ban pula mengayun rahasia.

senja yang sama yang kau tatap adalah
masa kecil dari ayunan klasik. besi tua dan papan-papan
lapuk. tiga anak lelaki saling beradu suit. siapa yang menang
akan duduk di samping kau. aku tak pernah
menang. aku tak pernah duduk di samping kau. akulah
yang mengayun. akulah yang jadi ayunan.

II: perosotan

begitu sering kita memerosoti diri sendiri. menaiki tangga-tangga
sedemikian tinggi. kubayangkan di sana ada seekor semut
berusaha mendaki. dia pastilah sisyphus tua yang telah
bereinkarnasi. kau

hari itu, tampak di atas perosotan. matamu merah seperti
kerasukan. seperti sedang bertahan dari nyanyian
burung gereja dan ejekan sisiyphus tua yang masih khusyuk

dalam pendakian.

III: kran

III: kran

hidup pun adalah sebuah ketakutan. selalu
itu yang kau igaukan di malam-malam yang sama
sampai haus. sampai bibirmu kering dan
pecah-pecah. aku jadi kran saja. jadi
kran bagi bibirmu yang menanti basah. jadi
kran yang kerap kau takuti juga kau
rindukan. seperti seberapa lama kran itu
akan hidup. seberapa lama lagi ia akan
mati.

Serenade Kupu-Kupu

1
---Serenade of Love

sereno. nada-nada dari cello
untuk siapa, buih-buih laut Kah
yang diantar
o
m
b
a
k
sebelum pergi
melewati kepak burung-burung camar

dulu. dulu sekali, ketika aku masih
kupu-kupu muda yang lahir dari karang
dan langit-langit masih tampak begitu tenang,
aku memainkan biola
duduk di samping sang maestro muda
memainkan serenade cinta
sebelum lama-lama
biolaku menjadi pisau

piano. timpani. biola. mati teriris
seperti tangis kami tatkala serenade itu
tak lagi memiliki nama
tinggal sebuah cello yang tersisa

ada seekor kupu-kupu lain yang diam saja
saat kutanya nama. apakah kupu-kupu harus
punya nama, dan aku menanyakan namaku
sendiri sebelum aku sadari

aku telah manusia.

RUMI

HIDANGAN ROHANI
SAJAK-SAJAK RUMI (1207-1273 M)

/Abdul Hadi W. M.


LAGU SERULING BAMBU

Dengar lagu seruling menyampaikan kisah pilu perpisahan
Tuturnya, “Sejak bercerai dari indukku pohon bambu rimbun
Ratap tangisku membuat lelaki dan wanita mengaduh
Agar kepiluan dan kobaran berahi cinta dapat kupaparkan
Kuingin sebuah dada koyak sebab terasing dari dia yang dicinta
Setiap orang yang tinggal jauh dari negeri kelahirannya
Akan selalu merindukan saat-saat ketika masih bersatu dengannya
Dalam setiap perjamuan kunyanyikan nada-nada senduku
Aku duduk bersama mereka yang riang dan sedih
Walau rahasia laguku tak jauh dari asal ratapku
Apa ada telinga mendengar dan mata memandang?
Tubuh tak terdinding dari roh, pun roh tak terdinding dari tubuh
Namun tak seorang di dunia diperbolehkan melihat roh
Riuhnya suara seruling adalah kobaran api, bukan desir angin
Mereka yang tak punya api akan sia-sia hidupnya
Inilah kobaran api cinta yang tersembunyi dalam seruling
Inilah bara semangat cinta yang dikandung arak a…