10 Agustus 2009

Teka-Teki Silang

: hudan hidayat

1 Mendatar. Tujuh Huruf

baru mulai, kami ragu pada ingatan. tentang judul sinetron. tentang dongeng. dan tentang seorang pemain bulutangkis yang selalu gagal menjuarai inggris. kami menggaruk-garuki kepala kami yang kami harap gatal. berketombe. berkutu. atau berborok sekalian biar kami punya alasan untuk tampak lebih aristoteles. tampak lebih tak berakhiran less.

2 Menurun. Lima Huruf

pindah ke arah lain, kami yakin menemukan satu huruf paling makruf. mengawali nama nabi dan kitab. dan bangsa. dan bahasa, yang masih kami yakini sebagai sabda. sebagai doa. sebagai makna yang kami imani dengan indulgersia baru. berupa nama-nama yang akan kami lindungi. dan kami sepakati sebagai darah sang suci. sang ruci.

3 Menurun. Tiga Huruf

ikan apa yang menarikan matahari. membentuk yin dan yang di malam keempat belas. o, kisah sang avatarkah ini. di kedua ekor kami yang saling mengejar, bulan lahir. bulan hadir memberi kekuatan kepada para pengendali air. membentuk tabir antara lagu dan syair yang baru kami dengar di sebuah tembang. di sebuah gelombang.

7 Menurun. Lima Huruf

tujuh lima tiga. kembali lima. dan kami mengucap sang maha dalam nama makhluk. dalam kuntum-kuntum bilangan prima yang tak berjodoh dengan angka genap (selain dua).

kami kembali ke satu mendatar. pada ingatan yang kami ragukan. pada judul sinetron, dongeng dan pemain bulutangkis. dan kami ingat tentang seorang tuhan. seorang tuhan yang menangis hutan:

hutan hikayat.

1 komentar:

denyarelektrik mengatakan...

what a really nice poem, semoga jadi pencerahan bagi negara bingung yang berisi orang-orang bingung ini.